Rabu, 09 Maret 2011

Hujan dan petir


Hujan ,, di saat hujan datang ada yang mengartikannya sebagai sebuah anugrah atau rezeky dari yang maha kuasa namun disisi lain ada juga yang mengartikannya sebagai halangan untuk mereka melakukan aktifitasnya sehari-hari .hujan memang terkadang menguntungkan  tapi juga terkadang merugikan tergantung orang yang menilainya.
Hujan memang bisa jadi penghalang tapi tanpa hujan mungkin kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita bila persediaan air dibumi menipis , yang bisa di bilang kekeringan. Seharusnya juga kita tidak terlalu menyalahkan hujan karena hujan jugalah yang telah membuat hidup ini terasa lebih indah dan berwarna juga hujan pulalah yang telah membantu kita bertahan hidup tanpa kekurangan air juga pasokan makanan , toh tanpa hujan tanaman takkan tumbuh sempura bukan?
Setiap hujan datang aku selalu merasa ada teman yang begitu sangat mengerti tentang perasaanku saat ini, iyaa hujan adalah teman terbaik yang begitu mengerti tentang diri kita. J
Mungkin itu hanya pendapatku saja tapi memang hujan sangat berarti bagiku, hujan membantuku menghapus segala masalah yang melandaku saat ini, setiap tetes hujan yang turun, setiap butir air yang terjatuh itu bagaikan penghapus luka dihatiku yang selalu mendorongku untuk ikut meneteskan air mata,
Semakin deras hujan itu turun, maka semakin deras pula air mataku mengalir dan semakin lama aku menatap hujan dengan mata sembab aku mulai bangkit dan bisa memulai lagi dari awal juga melupakan semua rasa sakitku saat itu. J
Dan aku sangat bahagia dimana saat hujan mulai reda dan hatiku mulai tenang disana…………… di atas, di langit itu terlukis pelangi yang indah dengan warna-warna indahnya yang berpadu seolah tersenyum menyapaku, aku mulai bisa tersenyum lagi saat itu. J
Hujan begitu sangat mengerti tentang perasaanku, aku selalu merindukan saat hujan turun apalagi disaat gerimis aku sangat menyukai gerimis di sore hari, yang tergambar begitu indah dibenakku J
Semua orang bingung, mengapa aku begitu sangat menyukai hujan? Aku hanya tersenyum dan berkata “karena senyumku ada dibalik hujan”, iyaa.. hanya kalimat itu yang ku jadikan alas an mengapa aku begitu sangat menyukai hujan .
*******************************************************
Sore itu hujan turun lagi, namun sayang aku tak bisa lama-lama menatap butir demi butir air hujan yang turun.
Petir.. dia selalu menggangguku disaat aku ingin bermain bersama hujan yang turun.
“aku takut petir, aku nggak suka petir, aku benci petir”
Kenapa disaat hujan turun harus ada petir?
Bukankah lebih indah jika hujan tidak dihiasi dengan percikan cahaya menakutkan yang berujung suara gemuruhnya yang menakutkan?
Aku memang tak bisa mengelakkan hal itu, hujan takkan sempurna tanpa petir sama halnya dengan kehidupan tanpa ada konflik atau perseteruan nggak afdol rasanya (jiaahh,,)
Tapi kenapa coba harus ada petir?
Petir itu menggangguku saat aku ingin berkhayal dibawah hujan dan mencurahkan isi hatiku kepada hujan, aku selalu dibuat jengkel olehnya.
Aku memang takut petir tapi aku juga benci pada petir……………..
Hhhhhhhuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!
Dan aku paling benci disaat semua orang bertanya kenapa aku sangat membenci petir? Dan aku seakan tak bisa menjawab apa-apa, aku nggak tau karna apa aku membencinya . mungkin karna dia selalu mengambil posisiku di depan hujan yang aku kagumi.
Apa sih bagusnya petir? Apa sih gunanya petir? Untuk apa sih petir itu harus ada? Apa petir pacarnya hujan? Kenapa harus petir yang selalu mendampingi hujan?
Petir jika saja aku dapat bicara denganmu aku mohon tolong jangan muncul disaat aku ingin bersama hujan yang sangat aku kagumi itu, aku hanya sesekali bisa bersama hujan tapi kamu petir setiap saat, setiap waktu, setiap hari kamu selalu bisa bersama hujan tidak seperti aku,. L
Aku memang membencimu petir tapi apa aku tidak boleh meminta satu hal itu.?
Ugh,,, tetap saja aku hanya berkhayal.
Mana bisa petir mengerti maksudku? Berarti aku harus tetap berbagi dengan petir untuk bisa bersama dengan hujan tapi aku tak suka saat petir selalu mengambil jatah aku untuk bersama hujan L
Ih,, petir memang menyebalkan, aku tetap membencimu petir dan kamu akan tetap menjadi sainganku untuk bisa bersama hujan. Kecuali jika aku sekarang bisa bersama seseorang yang aku sayang mungkin aku takkan membencimu petir karna adanya kamu aku bisa memeluk orang itu tapi sayang dia tak ada jadi, kita tetap berperang petir J
Dan aku yang akan menang untuk bisa bersama hujan. J

Cerpen : 29 Hari

Aku memanggilnya “kakak”. Semenjak aku mengenalnya aku merasakan perasaan yang lain dan tak bisa ku utarakan dengan kata-kata yang pasti.
29 hari bersamanya membuat aku merasa bahwa masih ada orang yang mau menyayangi aku dengan tulus, begitu juga dengan aku, aku merasa benar-benar menyayangi seseorang dengan tulus.
40 menit sehari aku luangkan waktu untuk bisa bicara dengannya, mungkin memang tidak setiap hari tapi aku sangat bahagia saat ku dengar suaranya yang membuatku selalu merasa nyaman di dekatnya.
Hari demi hari terus berganti, semakin hari aku semakin menyayanginya walau terkadang dia selalu membuatku merasa jengkel, gelisah, marah, tapi semua itu membuatku selalu ingin berada didekatnya, dan entah mengapa dia selalu bisa membuatku tertawa bahkan senyum-senyum sendiri karenanya. 
Aku mengaguminya, sungguh……… 
Hanya dia yang bisa membuatku seperti ini, dilanda rasa yang berbeda dari sebelumnya, aku tak ingin melepasnya takkan pernah ingin pergi dari hidupnya aku ingin selalu ada bersamanya disini. 
Iyaa,, aku sangat menyayanginya.
Aku merasa rasa ini takkan pernah pudar untuknya, aku merasa ingin bersama dengannya bahagia selamanya,,,, itu harapanku!
Tapi sepertinya aku tidak akan pernah mendapatkan dan meraih semua harapan dan mimpi-mimpiku itu .
10 hari yang lalu dia menghilang, pergi meninggalkanku sendiri disini tanpa sebab tanpa alasan tanpa penjelasan dia pergi.
Dan aku tak pernah tau apa yang membuatnya pergi dariku dan meninggalkanku sendiri, apa aku bersalah? Apa yang membuatmu pergi dariku? Kenapa kamu pergi? Kenapa tak ada kabar? Kenapa kau tidak bicara dulu padaku? KKEEENNAAAPPPAAAA ????........
Aku menangiss , yaa.. aku menangis!
Setiap saat aku mengingatnya aku selalu menangis, SAKIT RASANYA, SSSAAAAKKKIIIITTT,,,,! Aku tak ingin kehilangan dia tapi kenapa ini harus terjadi.
Dalam 10 hari terakhir aku coba menghubunginya, TAK ADA RESPON sama sekali, aku mencoba sabar tapi tetap saja tak ada kabar darinya.
Sampai saat ini aku masih diam menunggunya, menanti dan berharap semoga dia akan kembali lagi padaku dan kembali menghiasi hari-hariku yang saat ini kembali lagi suram setelah kepergian dirinya. 
Masih teringat sampai saat ini ,, saat dia bernyanyi untukku. Dan masih teringat kalimat yang dia ucapkan untukku “MESKI UMURMU MASIH MUDA TAPI FIKIRANMU HARUS DEWASA DAN MESKIPUN KITA JAUH, JANGAN PERNAH BERFIKIR MACAM-MACAM” lalu apa maksud dari ucapannya itu? seolah-olah dia takkan pergi tapi kenapa dia pergi? Yaa…. Dia pergi dan itu mungkin menjadi hubungan terakhir aku dengannya.
Dengarkan aku, kau yang ku panggil “kakak” aku menyayangimu, dan saat ini aku sangat merindukanmu ……………….!!!
**************************************************************************************************************
##################################
Terimakasih kau telah memberikan sesuatu yang indah dalam waktu 29 hari itu dan terimakasih juga kau telah mengajarkanku tentang kesetiaan dan kesabaran,
Rasa yang saat ini aku pendam akan selalu aku simpan dalam hati dan berharap semoga suatu hari nanti kita akan bertemu kembali. Memang sakit melepasmu pergi tapi jika memang ini yang terbaik untukmu juga hidupmu aku akan mencoba melupakan dan melepaskanmu pergi selamanyaa…
Namun jangan salahkan aku jika aku tak bisa menghapus rasa sayang ku kepadamu untuk selamanyaaa……… 
Jika aku punya kesempatan aku ingin kau tau dan aku ingin semua orang di seluruh dunia tau Bahwa……………
“AKU SAYANG KAMU, SELAMANYA”
KAKAK…………………………. 
I can always be waiting for you :*



To : “E***”

Sabtu, 05 Maret 2011

Sahabat

     Sahabat adalah seseorang yang datang ketika jiwa membutuhkan tumpangan, sahabat adalah seseorang yang menawarkan harta karun untuk sebuah hadiah persahabatan, sahabat adalah seseorang yang mengisi kehidupan dengan keindahan, kebahagiaan, dan kegemerlapan yang membuat seluruh dunia menjadi lebih baik dan lebih layak untuk dihuni



 Sahabat,,,
Tidak ada kebaikan seperti seseorang yang bisa berbagi bahagiamu, rahasiamu, harapanmu, dan perhatianmu seseorang yang mampu melewati tawa dan airmata yang selalu ada di sampingmu sepanjang waktu.
Selalu siap setiap saat menjagamu melewati hari-harimu, memegangimu saat kamu lemah, membantumu menemukan apa yang kamu cari, menesat airmatamu saat kamu menangis, menyemangatimu saat rintangan menghadang, selalu di sana, saat dingin maupun panas hanya untuk mengatakan, kanulah sahabatku.




Persahabatan adalah rantai emas, mata rantainya adalah kasih sayang, bagai permata yang langka dan mahal begitu berharga setiap tahunnya.
Aku berharap bahwa saat ini kebersamaan selalu menyertai kita menghindari kekosongan jiwa saat sendiri melewati suk dan duka bersama-sama.
Aku hanya mempunyai satu harapan bahwa tahun ini segalanya akan membaik menjadi bagian dari sebuah persahabatan mereguk kebahagiaan walau hanya setitik.

Jumat, 04 Maret 2011

Kumpulan kata-kata mutiara

• Jika kecantikan adalah waktu maka kamu adalah keabadian

• Mimpi membuat kita jauh dari kenyataan,
Tapi kenyataan takkan ada tanpa impian
Jangan cintai seseorang karena kesempurnaannya
Tapi buatlah dia merasa sempurna
Dengan cinta yang kamu berikan kepadanya


• Kamu tidak pernah tahu
Apa yang kamu miliki
Sampai kamu kehilangan Dan sekali kamu kehilangan
Kamu tidak akan pernah mendapatkannya kembali


• Cinta tak dapat di sembunyikan
Dari mata orang
Yang sedang jatuh cinta


• Cinta itu ibarat kupu-kupu
Semakin di kejar
Semakin menghindar
Jika kau biarkan terbang
Maka ia akan menghampirimu.


• Aku tidak menyesali apapun,
Yang baik dan buruk
Sudah ada di hidupku
Aku tidak menyesali apapun,
Semua yang telah terjadi padaku
Aku tidak peduli dengan masa lalu
Aku akan mulai lagi dari awal


• Lebih baik jujur walau itu menyakitkan
Dari pada menyimpan kebohongan

Semua karna cinta



“kita bisa ketemu?”
“kamu udah kangen ya? Tumben banget minta ketemu hari gini. Biasanya kamu cuma punya waktu buat aku weekend doang.”
“jadi, ga bisa? Ada yang mau aku omongin tentang kita. Penting.”
“ok. Ga usah ngambek gitu dong sayang. Mo ketemu dimana?”
Diam sebentar. Sepertinya cowok bersuara parau ditelpon itu sedang berpikir.
“kamu ke rumah aku aja. Tunggu disana sampe aku pulang dari kantor.”
“ada mama di rumah?”
“kayaknya. Sejam lagi kamu berangkat, dan tunggu aku. Mungkin aku agak telat.”
“oke bos!”


Bertemu pacar adalah saat-saat yang paling dinantikan Aurel setiap akhir minggu. Dengan alasan mencapai kemapanan masa depan yang terbaik, sang pacar tidak mau diganggu oleh recetnya masalah pacaran selama hari kerja. Dan Aurel mengerti betul bagaimana sikap Adrian yang seperti itu. toh pacarnya itu adalah tipe pacar yang sudah hampir tidak ada lagi di muka bumi ini, jarang, bahkan mungkin Adrian adalah satu-satunya spesies cowok sempurna di dunia. Baik, good looking, pengertian, romantis, setia, jujur. Apalagi?

Satu jam adalah waktu yang sangat sebentar bagi hampir semua kebanyakan keturunan hawa untuk bersiap menghadapi calon mertua. Biasanya Aurel menghabiskan 2 jam untuk mandi, ½ jam untuk memilih pakaian, dan 1 jam lagi untuk merias diri. Tapi kini semua waktu itu harus dipangkas menjadi 1 jam saja. Setengah jam mandi, 10 menit memilih pakaian, dan 20 menit berdandan. Aurel pun siap.

Harusnya dalam 40 menit Aurel bisa tiba di rumah Adrian. Tapi karna ini adalah jam pulang kerja, yang berarti 70% masyarakat ada di jalan, butuh 1 ½ jam untuk sampai. Jalan raya yang sudah diperlebar pun tidak begitu berarti dalam mengatasi kemacetan. Dia jadi ingat komentar pedas Adrian tentang jalanan di kota depok ini.

“biar selebar apapun jalanannya, tetep aja bakal macet kalo para pengguna jalannya ga pernah dilebarin otaknya!” komentar pedas Adrian itu berlanjut ke teorinya tentang siapa dalang dibalik kemacetan depok. Angkot.
Aurel ingat ada debat kecil waktu itu.
“kok kamu bisa ngomong gitu yank?”
“apalagi coba!?”
“yaa.. aku bukannya ga setuju ama kamu. Tapi kan bukan cuma angkot doang yang bikin macet.”
“sekarang coba kamu pikir deh yank, jalanan depok tuh lebarnya udah lumayan, tapi kalo ada satu angkot aja yang ngetem di pinggir jalan, bisa bikin macet dari ujung ke ujung.” Sedikit nada emosi terdengar. “dan parahnya lagi, semua orang tuh nggak ngelakuin apa-apa. Sopir angkotnya masa bodoh ama kemacetan yang dia bikin demi duit 3000 perak. Polisi juga nggak bisa jadi penertib yang tertib.” Adrian meneruskan.
“ya udah ah yank. Aku ga mau berantem cuma gara-gara sopir angkot yang sama sekali ga aku kenal.”
Sadar akan sindiran pacarnya yang cantik, Adrian tersipu. “maaf.”
“udah sampe mbak”
Teguran supir taksi si burung biru mengaburkan lamunannya. Ternyata Aurel sudah berada di depan gerbang rumah Adrian. Rumah bertingkat dua yang didominasi oleh warna yang nyentrik dibanding rumah-rumah tetangganya, atau bahkan dibandingkan dengan kebanyakan rumah di Indonesia. Kebanyakan rumah disini di cat putih, sedang rumah Adrian adalah krem, hijau, biru, dan coklat.

Dari balik gerbang Aurel bisa melihat mobil Adrian. Itu berarti dia sudah terlambat. Setelah memberikan selembar seratus ribuan, Aurel berlari kecil ke dalam.


“maaf aku telat.”
“gapapa. Aku juga belom lama pulang koq.” Sekarang mereka berdua sudah duduk di bagian belakang rumah Adrian. Di pinggir kolam renang. Disitu memang ada semacam pondok kecil berisi beberapa kursi, 2 meja kecil, dan dapur. Seperti dapur kedua mungkin.
“maaf juga aku cuma kayak gini.” Aurel merasa sadar dengan penampilannya yang biasa aja mengingat dia cuma mengenakan rok bermotif polkadot hitam-putih selutut dan t-shirt coklat bergambar kucing yang ditutupi oleh blazer putih.
“kamu, cantik banget malam ini. Sederhana tapi mempesona.”
“jadi, apa yang mau kamu omongin?”


Sekitar jam 11 ketika Aurel membuka pintu kamarnya. Keras suara dari pintu kayu yang terbanting menyamarkan suara isak tangisnya. Setelah mengunci pintu kamarnya, dia melempar tas panda yang tadi diberikan, bukan, dikembalikan Adrian sebelum dia pulang.
Lagu Tormented dari Killing Me Inside terdengar keras menguasai isi kamar Aurel. Setelah berganti pakaian dengan baju tidurnya, dia duduk di sofa berbentuk laptop, dan mulai mengingat apa yang sudah dilaluinya malam ini.

“putus!? Kamu mendadak minta aku datang ke rumah kamu dalam waktu satu jam, bilang aku sangat cantik malam ini, tapi kamu minta putus!!???”
Adrian diam.
“kenapa kamu diam? Kamu punya alasan yang bagus kenapa mutusin aku??”
Kembali diam. Tidak ada jawaban.
“jawab!!” kemarahan Aurel meledak. Begitupun dengan tangisannya.
“aku punya satu. Satu alasan bagus kenapa kita harus mengakhiri semua ini. Hubungan kita. Tapi sayangnya, aku nggak bisa bilang itu apa.” Adrian menjelaskan dengan suara parau. Kemudian dia mengambil sebuah tas berbentuk panda. Aurel ingat dia yang membelikan itu untuk Adrian dulu, saat anniversary mereka yang pertama, 4 tahun lalu.
“aku balikin tas ini. Dan aku isi dengan semua kenangan kita. Aku mau kamu bawa tas itu pulang, dan tolong kamu simpen, jangan dibuang. Dan kamu pulang, sekarang.”
“what!!??? Kamu ngusir aku??”
“satu lagi, kamu harus tau kalo aku sayang banget sama kamu. Dan keputusan aku sekarang, adalah yang terbaik.”
“nggak begini seharusnya kamu memperlakukan orang yang kamu sayang banget. Nggak begini seharusnya cara kamu memperlakukan aku.”
Air mata Aurel semakin banyak yang menetes melewati pipi tembemnya dan turun ke bantal berbentuk anjing berwarna coklat dengan bordiran yang tertulis nama LEPI, anjingnya yang meninggal karna sakit. Adrian yang membelikan bantal yang sedang dipeluknya itu agar Aurel tidak sedih lagi. Saat itu Aurel sangat terpukul melihat Lepi sekarat dihadapannya, dan mati tanpa dia bisa melakukan apa-apa. Waktu itu Adrian berjanji kalau dia nggak akan membiarkan Aurel merasakan itu lagi. Perasaan tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya diam menyaksikan sesuatu, atau seseorang, yang dicintainya akan meninggalkannya.


2 tahun setelah tragedy itu Aurel mulai bisa melupakan kekurangajaran Adrian. Walaupun dia masih belum bisa mengganti sosoknya. Walaupun beberapa temannya bisa menyemangati dia untuk terus move on, melupakan Adrian, dan mencari penggantinya, Aurel masih belum bisa.

Adrian masih terlalu hebat.

Walaupun dia telah meninggalkannya.
Walaupun dia telah menyakitinya.
Walaupun.. sekarang sudah ada Derry. Cowok yang selama ini berusaha untuk menggantikan posisi Adrian di hatinya.

Sampai akhirnya Aurel mulai luluh akan perjuangan Derry. Dan disaat yang bersamaan, Derry juga menyatakan perasaannya kepada Aurel. Pada malam tanggal 14 februari 2008, valentine. Dan jawabannya adalah..
“ya.”

Mulai malam itu, Aurel dan Derry menjadi sepasang kekasih.
Mulai malam itu, Aurel melupakan Adrian.

Derry mengantar Aurel ke depan rumahnya tepat pukul 11 malam. Sebuah ciuman manis di kening menutup malam indah itu.

Memasuki kamarnya, Aurel sudah berniat membuang semua hal yang mengingatkan kepada Adrian. Semua! Dia memasukan semua kenangan manis itu kedalam 2 buah dus aqua bekas. Dan disanalah dia melihat benda itu, tas panda itu. yang dikembalikan Adrian malam itu. Dia sudah menempatkan 2 dus kenangannya bersama Adrian ditempat yang pantas, tempat sampah. Dan tas panda ini seperti sengaja ditinggalkan takdir untuk dibuka, dan dikenang isinya.
Teronggok tak berarti di antara lemari buku dan lemari baju di sebelah kanan kamarnya. Tidak berdebu memang, tapi sama sekali tak tersentuh sejak 2 tahun lalu. Tanpa sadar, tangan Aurel membuka resleting tas tersebut. Tapi, bukannya benda-benda yang bisa membuatnya mengingat masa pacaran mereka dulu, yang ada di dalamnya hanya dua lembar surat, dan sebuah kaset rekaman video.
Satu surat berisi hasil laboratorium, yang menyatakan bahwa Adrian adalah positif mengidap AIDS. Dan satu surat lagi berisi penjelasan dari Adrian.
Tentang kenapa dia memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka.
Tentang bagaimana dia bisa terinfeksi penyakit itu.
Dan kenapa dia melakukan hal itu, 2 tahun lalu.
Adrian ternyata adalah pengguna narkoba. Dan alasannya adalah untuk melupakan sejenak masalah-masalah dalam pekerjaannya, dan keluarganya. Setelah dia membaca hasil laboratorium, dia memutuskan untuk tetap menjaga janjinya kepada Aurel. Untuk tidak membiarkan perasaan tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya diam menyaksikan sesuatu, atau seseorang, yang Aurel sayangi meninggalkannya.

Dan didalam rekaman video itu, ada semua kenangan mereka bersama. Dia memasukkan semua rekaman tentang mereka, menambahkan dengan merekam barang-barang kenangan mereka, dan diakhiri dengan rekaman Adrian sendiri.

“sayang, maaf ya aku kayak gini. Aku bener-bener nggak ingin kita berpisah, tapi ini harus. Aku nggak mau kamu kenapa-napa karna aku. Dan aku juga nggak mau kejadian Lepi keulang lagi. Karna aku yakin kamu nggak bakal bisa ngelakuin apapun. Pasti sekarang kamu marah, dan nangis, karna aku. Maafin aku ya. aku mohon kamu bisa ngerti.”

Aurel menangis.

“Dan soal hasil lab itu, aku juga minta kamu nggak marah. Aku.. aku.. tertekan banget yank..”
Adrian pun terlihat menangis juga, di dalam rekaman itu.
“kamu tau kenapa aku sama sekali nggak mau diganggu selama hari kerja? Karna semua orang dikantor tuh berharap banget aku bisa melakukan yang terbaik, setiap hari! Aku tuh kayak sapi perah dikantor. Mereka tau aku berpotensi, aku asset mereka, dan mereka cuma ngandelin aku. Dan kamu tau kenapa aku ga berhenti aja?? Karna mama! Mama pengen banget aku berhasil. Dia selalu, dan setiap hari, menuntut aku untuk tetap bekerja. Tempat dimana dia juga dulu kerja! Makanya aku nunggu banget tiap weekend sama kamu. Walaupun Cuma sekedar nonton, makan, jalan-jalan malam, atau sekedar maen monopoli di rumah kamu, aku senang. Aku bahagia. Dengan keterbatasan waktu kita, kamu memberi aku seasuatu. Sesuatu untuk tetap bertahan sampai weekend selanjutnya. Tapi semakin kesini, sesuatu itu nggak cukup. Dan aku nggak mau terus-terusan ngerepotin kamu. Jadi maaf kalo malam ini, tadi, aku jadi cowok yang brengsek banget. Dan terima kasih, untuk semuanya.”


Setelah membaca itu, dia turun ke ruang tamu, duduk di ruang tamu, dan mencoba menghubungi Adrian. Ponselnya tidak aktif. Telpon ke rumah? Jam segini?? Masa bodoh! Dia harus berbicara dengan Adrian.
“halo.” Itu suara mamanya Adrian.
“halo. Malam tante, ini Aurel.”
“kamu!? Ngapain kamu telpon malem-malem gini??”
“saya mau bicara sama Adrian tante. Penting banget!”
“mau bicara apa kamu sama Adrian?”
“saya.. saya.. baru baca surat dari Adrian tante. Dan saya mau bicara sama dia.”
“surat? Surat yang ada di dalam tas panda? Kamu baru menemukannya setelah 4 tahun!! Terlambat!”
“terlambat? Maksud tante??”
“Adrian sudah nggak ada. Dia sudah meninggal setaun setelah pertemuan terakhir kamu. Karna penyakitnya itu.”
Saat itu juga, saat kenyataan menyerang Aurel, dunianya seakan runtuh. Dia terlambat.
“seminggu setelah kalian terakhir bertemu, Adrian pindah ke bandung ditemani Alvin yang sengaja tante suruh pulang dari Manado untuk menemani abangnya.” Sekarang mereka berdua menangis.
“dan setaun kemudian..”


Lebih dari satu jam Aurel berbicara dengan mamanya Adrian di telpon. Dan yang dihubungi memberikan semua informasi yang Aurel minta. Juga pesan terakhir Adrian untuk Aurel.
Dia menunggu Aurel menemukan pesan tersebut. Dan karna begitu lamanya dia menunggu, dia menyerah. Adrian hanya berharap Aurel tidak membuang si panda. Dan Adrian juga berharap kalaupun Aurel menemukan pesan tersebut, dia tidak terlalu bersedih. Dia ingin Aurel tetap melanjutkan hidup tanpanya.