Hari pertama sekolah Senja agak sedikit malas-malasan, maklumlah baru sembuh dari penyakit DBD yang membuatnya sakit dari 2 minggu yang lalu. Sudah lama juga Senja tidak tahu perkembangan sekolahnya,
“tambah bagus atau makin buruk sekolahku tersayang?”
“Pagi semuaa…..!!!!!” Sapa senja.
“Pagi juga, eh.. Senja loe udah sembuh?”
“Udah dong Ra, masak sih mau sakit mulu !! hehe “
“iya, kok gue jadi bego ya? Yaudah sini duduk, selama loe nggak ada nih bangku di sebelah gue kosong mulu kagak ada yang mau ngisi, hihi”
“yaiyalah, selain gue siapa lagi yang mau duduk bareng sama loe”
“ih.. loe gitu amat sih sama gue”
“yee.. jangan ngambek dong, gue kan cuman becanda. Eh, ke kantin yuk gue laper belom sempet sarapan”
“ayo, gue juga belum sarapan”
Rara dan Senja keluar dari kelas mereka menuju ke kantin, tiba-tiba Senja bertemu dengan seorang cowok yang “Menyebalkan”, dia adalah Dimas musuh bebuyutan Rara dari Smp dulu.
Bbrruukkk….
“Aduh..” Rara tersentak.
“hey, loe sengaja nabrak gue “
“enak aja jelas-jelas loe yang nabrak gue” sergah Senja.
“(Tersenyum) Cewek Idiot” sambil pergi berlalu.
“Hey, loe banci kembali kemari kalau loe berani!! Bukannya minta maaf loe malah memakki gue”
“Up to you miss quarrelsome”
Seketika wajah Senja berubah warna menjadi merah padam, dia memang sedang menahan amarahnya terhadap cowok aneh plus nyebelin dan nggak jelas itu.
“Dia lagi, dia lagi. Dasar cowok reseh.”
“Udahlah Senja, mendingan damai aja. Toh dia ganteng juga keren plus terkenal disekolah kita ini”
“Oh,jadi loe suka sama tuh cowok?!!” Selidik Senja
“Ssst, enak aja loe ngomong” sergah Rara.
“emang kenapa? Jujur aja kali Ra”
“Gue kan nyuruh loe damai ama Dimas, malah gue yang kena tuduhan suka sama si Dimas”
“masa sih? Loe suka kan sama Dimas?”
“nggak, gue kan udah punya Rangga. Jangan-jangan loe cemburu yah?”
“Nggak, enak aja loe ngomong.”
“udahlah ngaku aja, Cemburu kan loe? Tenang aja gue nggak akan ngerebut Dimas dari loe kok, haha :D”
“banyak omong loe, udahlah ayo”
#############################
Senja benar-benar pusing ngadepin perasaannya saat ini, memang benar apa yang di omongin sama Rara, tapi Senja nggak mau ngomong terus terang. Kalau ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan gimana? Kan nggak lucu. Lagian juga gengsi kali, masa cewek yang nyatain duluan.
Senja larut dalam lamunannya dari berangkat sekolah tadi pagi sampai saat istirahat siang ini entah kenapa Senja hanya melamun saja, entah apa yang dia lamunkan tak ada satu orang pun yang tau termasuk juga Rara.
Bahkan dirinya sendiripun nggak tau, Anehh…..!!
“Senja, loe kenapa sih?” Tanya Rara,
“kenapa apanya?”
“ih.. loe aneh ya hari ini? Badan loe panas ya? Atau loe kesambet setan?”
“apaan sih loe? Gue biasa aja kok.”
“biasa? Apanya yang biasa? Jelas-jelas dari tadi kerjanya ngelamun mulu. Ngelamunin apaan sih?”
“gue juga nggak tau.”
“heh?>,.,;’;/!@#$%*^?^&*()_+??, jangan-jangan loe lagi mikirin si Dimas ya? Hayyoohh.. ketahuan loe.”
“udah ah.. loe jangan mikir macem-macem gue mau keluar cari angin, loe ikut nggak?”
“iyee…”
Senja dan Rara pergi keluar kelas untuk mencari angin segar yang diinginkan Senja, emang sedikit aneh jelas-jelas didalam kelas udaranya sejuk tapi masih nyari angin aja.
Tanpa sadar dibelakang mereka ada seseorang yang mengikuti, setelah lama Senja mulai menyadari gerak-gerik orang tersebut, dan.. Hiiiaaatttt…
Aawwww…..!!
?><,.!@#$%^&*()_+=!@@##$$%%^^&*(()_+?-=
“hey, cewek idiot kira-kira dong main tonjok aja”
“sorry, gue nggak sengaja. Habis loe ngapain ngikutin kita berdua?”
“GR, siapa juga yang ngikutin kalian emang kebetulan aja jalan dibelakang kalian, DASAR CEWEK GILA, IDIOT!!”
“eh, loe bilang apa? DASAR COWOK GATAU DIRI, NYEBELIN”
“gue nggak denger apa kata loe, bye bye cewek idiot”
“loee…shitt”
Cowok bernama Dimas itu pergi meninggalkan kejengkelan dihati Senja, Rara hanya tertawa melihat tingkah sahabat baiknya dan Dimas musuh bebuyutan Senja dari Smp yang super GANTENG dan KEREN itu.
“haha, loe lucu banget Senja”
“LUCU? Apanya yang lucu? Tuh orang bikin gue DONGKOL mulu”
“udahlah itu rezeki, jangan ditolak”
“apa loe bilang? Rezeki? Cuih.. rezeki dari mana? Yang ada musibah tau.”
“ya.. Maybe, rezeki ketemu plus ngobrol sama pangeran dari negeri dongeng”
“Yang ada juga musibah, kenapa sih dari dulu sampe sekarang gue selalu aja satu sekolahan sama dia”
“Mungkin itu namanya JODOH”
“What?? Jodoh? Ngaco loe ngomong”
“yee.. dikasih tau ngeyel, awas aja kalo sampe jadian”
“Terserah loe deehh..”
##################################
Di sisi lain cowok yang bernama Dimas praditya itu memang sudah menyukai Senja sejak pertama bertemu, namun susah bagi Dimas untuk menyatakan karna setiap perilakunya telah membekas benci di hati Senja.
“Dim, gimana loe udah deketin si senja?” Tanya Rangga.
“belum, gue nggak bisa”
“hah? Masa deketin cewek aja nggak bisa?”
“loe tau kan? Sikap gue sama dia kayanya udah berbekas jadi benci.”
“loe nggak tau sih, kata cewek gue! 100 kali benci bisa berubah menjadi 100 kali cinta, ayolah kawan SEMANGAT”
“masa sih 100 kali benci bisa berubah jadi 100 kali cinta?!!”
“ah loe, percaya aja deh. Gue yakin si senja juga pasti punya rasa yang lain sama loe”
“maybe”
“ehh.. Cewek gue kan sahabat deketnya Senja, gimana kalo kita minta bantuan dia aja? Mau nggak?”
“Serius loe? Emang dia mau?”
“dia pasti mau lah, percaya ama gue. Rara juga pasti setuju kalo loe sama Senja sampe jadian”
“terus?”
“Sekarang kita temuin Rara.”
#############################
Dimas dan Rangga pergi menemui Rara, dan kebetulan Rara lagi nggak bareng sama Senja.
“hai, Raraku sayang” sapa Rangga.
“hei, Ranggaku sayang. Kok tumben kesini ada apa?”
“nih, si Dimas mau minta bantuan katanya.”
“Dimas, loe kan musuh besarnya Senja kan?”
“iyaa, gue emang musuh bebuyutan Senja”
“terus ada apa?”
Dimas tak menjawab dia hanya memandangi Rara, seperti ingin menyampaikan sesuatu lewat matanya. Untung saja ada Rangga yang membantu bicara pada pacarnya itu.
“Gini Raraku sayang, Dimas kan udah lama naksir sama Senja.” Jelas Rangga
“Hhhaaaahh?? Serius loe Dimas?”
“iya” jawab Dimas pelan.
“terus loe mau minta bantuan apa?” Tanya Rara pada Dimas.
“tolongin gue gimana caranya supaya gue bisa deket sama Senja, atau nggak biar gue ajak dia ngedate.”
“itu urusan gampang, loe terima beres aja OKE?”
“oke, thanks ya Ra?”
“iya, sip sama-sama”
“yaudah gue sama Rangga balik ke kelas dulu ya?”
“oke.”
“Rara sayang sampai ketemu pulang sekolah ya?”
“iya, Rangga sayang daahh..”
“daahh..”
###########################
Entah apa yang saat ini Senja pikirkan, dia merasa apa yang dikatakan Rara itu benar. Kini 100 kali bencinya pada Dimas telah berubah menjadi 100 kali cinta.
Aahh.. masa sih gue suka sama Dimas? Itu nggak mungkin. Tapi hati gue selalu sakit kalo liat dimas deket sama cewek lain, terus gue mesti gimana? Aarrgghh.. punya rasa cinta memang menyulitkan
Di tengah lamunannya tiba-tiba Rara datang menghampirinya.
“Senjaa..”
“Selalu aja kayak gini, datang tak dijemput pulang tak di antar dan selalu ngagetin gue. Ada apa sih?”
“jadilah pacarku Senja”
“hah? Loe gila kali ya? Ogah gue, gue masih normal kali.”
“ih.. emang loe kira gue udah nggak normal apa?”
“terus tadi loe ngomong apa?”
“itu bukan dari gue Senjaku sayang, tapi itu dari Dimas”
“ngaco loe, loe mau jadi pengarang apa? Kerjaan loe ngarang mulu”
“terserah loe mau percaya atau nggak tapi itu beneran dari dimas, dan dia ngajakin loe ngedate malam minggu ini, katanya dia mau nembak loe dan nyatain perasaannya sama loe.”
“mulai deh loe, udahlah becanda mulu loe ah.”
“apa loe kira gue becanda? Gue serius . tapi itu semua terserah loe, mau dateng atau nggak, tapi saran gue kalo loe emang beneran suka sama Dimas mendingan loe dateng aja jangan sampe loe nyianyiain kesempatan ini karna tanpa loe tau Dimas juga suka sama loe.”
Setelah berkata begitu, Rara langsung pergi meninggalkan Senja sendirian dalam lamunannya.
Benarkah dimas juga menyukaiku sama seperti aku menyukainya? Kenapa aku masih ragu? Tapi.. Rara tadi bicara tidak seperti biasanya sepertinya rara serius, tapi rara tau dari mana? Aku benar-benar bingung. Aku akan datang malam minggu ini untuk membuktikan ucapan rara,yaa.. aku akan datang.
#######################
Senja memutuskan untuk datang malam minggu ini, dia hanya ingin membuktikan ucapan sahabatnya itu. Senja berangkat dari rumahnya sekitar pkl.07.05 WIB menuju taman tempat yang di maksud Rara sebagai tempat Dimas dengan Senja ngedate malam ini.
Setibanya disana Senja tidak menemukan siapapun juga taman itu sepi, dan gelap sekali. Tak ada cahaya sedikitpun, Senja mulai ragu
jangan-jangan Rara membohongiku, tapi mana mungkin Rara tega ngelakuin ini.
tiba-tiba tanpa Senja sadari ada yang menyulut kembang api, kembang api itu begitu sangat indah menari-nari di langit. Hingga Senja terperangah melihatnya.
“Senja, kau menyukainya?”
Senja terperanjat kaget mendengar ada suara yang menyebut namanya tepat dibelakangnya.
“Dimas..”
“Bagaimana pesta kembang apinya?”
“bagus, eh.. kamu benar-benar datang? Aku kira Rara bohong.”
“Rara nggak bohong, aku yang menyuruhnya untuk menyampaikan pesanku untukmu, apa kau sudah menerimanya?”
“Pesan? “
Senja bingung, pesan yang mana yang dimaksud oleh Dimas.
“iya, pesan yang aku titipkan pada Rara untukmu”
Jangan-jangan pesan itu yang…..
“jadilah pacarku Senja”
Nggak mungkin, bukan yang itu pesan dari dimas. Lalu yang mana? Aku tak ingat Rara menyampaikan pesan kecuali pada pembicaraan terakhir itu.
“apa kau sudah mengingatnya Senja?”
“maaf sepertinya aku lupa, memang apa isi pesan itu?”
“aku benci kamu Senja.”
“apa..??”
“tapi telah berubah menjadi cinta”
Senja tak mampu lagi bicara, mulutnya seakan terkunci rapat saat Dimas mencium kening dan pipinya.
“Senja, maukah kau jadi pacarku?”
“kau bercanda”
“aku serius, aku mencintaimu senja”
“apa aku tidak?”
“maksudmu? Kau menerimaku?”
Senja menganggukkan kepalanya tanpa pikir panjang Dimas langsung memeluk senja dengan perasaan yang bahagia.
Dimas melepaskan pelukannya.
“Senja lihatlah kita dikelilingi oleh 1000 lilin yang menyala”
“indah sekali, kau yang mempersiapkannya?”
“ya, dibantu oleh Rangga dan Rara”
“benarkah? Dimana mereka sekarang”
“tuh..”
Dimas menunjuk ke arah Rangga dan Rara yang berdiri tidak jauh dari tempat Dimas dan Senja berdiri saat ini.
“Senjaa aku dan Rangga ikut berbahagia untukmu juga Dimas” teriak Rara
“trimakasih Ra”
“sama-sama Senja, Semangat”
“kalian nggak takut kan Cuma berdua disini? Gue sama Rara juga mau pacaran nih, gue duluan ya? Bye” teriak Rangga
“hati-hati ya Senja, Dimas kadang-kadang suka menggigit haha:D”
Senja hanya tersenyum mendengar teriakan dan lambaian tangan sahabatnya itu, senja tak pernah menyangka akhirnya akan seperti ini. Berdiri berdua bersama orang yang dicintai di tengah 1000 lilin yang menyala membentuk sebuah bintang yang sangat indah.
“Bintang ini akan selalu menyinari cinta kita berdua Senja”
“Dimas, apa kau benar mencintaiku?”
“iya, dengan sepenuh hati. Kalau kamu Senja, apa kau benar mencintaiku?”
“tidak.”
“aku tau kau juga mencintaiku”
“kau yakin?”
“iyaa…aku sangat yakin, Ayo kita mulai dari 100 kali benci menjadi 100 kali cinta”
“oke, siapa takut”
“Akhirnya kau jadi milikku Senja”
“ohya? Aku rasa tidak”
“hah?”
“hahahaha, gitu aja kaget dasar idiot”
“kau.. Dasar”
Senja berlari sambil tertawa, Dimas mengejarnya dengan penuh rasa bahagia, ternyata rasa benci yang 100 kali bisa berubah menjadi 100 kali rasa cinta, dia benar-benar telah menjadi orang paling bahagia di dunia ini.
Akhirnya yang aku cintai sekarang sudah aku miliki seutuhnya, aku tak menyangka ternyata 100 kali benci menjadi 100 kali cinta juga melanda hati Dimas, aku kira hanya aku yang merasakannya ternyata aku keliru, aku bersyukur akhir dari perdebatan yang melelahkan ini sangat membahagiakan.
Aku berdoa semoga cinta yang kini melanda hatiku dan juga hati dimas akan bertahan selamanya, selamanya dan selamanya. Terimakasih ya Allah kau telah memberi kebahagiaan di akhir perdebatan yang benar-benar telah menguras waktu, hati dan tenaga ini.
“Jangan pernah bermimpi jika memang tak ingin kecewa, jangan pernah menyesal jika telah kecewa karena tak ada yang menyuruhmu untuk bermimpi.”
itulah kalimat yang selalu dilontarkan mamah padaku. Maka dari itu aku tak pernah berani untuk bermimpi, hingga saat ini aku menemukan sesuatu yang berharga dalam hidupku.
Berharap hal yang tidak mungkin terjadi itu sangat melelahkan.tapi aku percaya sesuatu yang mustahilpun dapat menjadi kenyataan jika kita mau berusaha dan meyakininya bahwa tak ada yang mustahil bagi Allah SWT.
*Tamat*
Jumat, 13 Mei 2011
Bikinan Shanty :)
Assalamu a’laikum wr.wb
Pertama-tama saya panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan yang maha esa,yang telah memberikan kenikmatan yang tiada hentinya.
Sekedar cerita
hy guys …!
ini aku lagi belajar bikin cerita ni jangan di ketawain ya
yaa ceritanya nggak ngejamin bagus sih tapi kan namanya belajar pasti kurang banget dari kesempurnaan nggak seperti para penulis-penulis handal yang sudah mahir dalam karya nya,
seperti penulis Della Amanda,Siska monica,maria dan penulis lainnya yang sudah mahir sekali dalam karyanya,yang sudah menerbitkan beberapa novel-novel remaja yang begitu menarik di kalangan remaja !!
yaa aku ingin seperti mereka,yang bisa menarik semua para pembaca dari hasil karya sendiri:D
Disini aku telah menuliskan sebagian cerita-cerita pendek yang mungkin dialami oleh para remaja.
Terutama ini kisah dari pengalaman yang pernah aku alami disini aku juga menggunakan nama-nama samaran ,jadi maaf ya apabila ada kesamaan nama dll,dan maksud aku menulis cerita ini sekedar hanya ingin berbagi cerita dengan para remaja-remaja lainnya
“selamat membacaaaa …. !! “
Ini lah cerita aku bersama dia
Mungkin aku tak sebaik dan tak sebanding dengan orang-orang di sekitar mu ..
Tapi asal kamu tau,”ketulusan ku terhadap mu” ,tak akan ada yang bisa menandinginya
Sekali pun dia orang terhebat di dunia ini
Aku yakin akan semua takdir ,”mungkin juga Tuhan berkehendak lain,
tak menakdirkan aku dengan mu tapi apa salahnya jika aku terus berikhtiar dari apa yang aku suka dan yang nggak suka dari kamu !
tapi aku ragu, aku selalu berpikir “KAMU YANG TERBAIK DAN SEGALANYA”
apakah kamu juga berpikir seperti itu terhadapku?
Semua yang terjadi saat ini seperti mimpi
“aku dan kamu bisa bersama”
WOOOOWW sulit ku bayangkan !!!
Tapi ini lah takdir Tuhan
Aku juga gak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi ..
Karna itu udah ada yang ngatur
#Inilah awal ceritaku
Awalnya aku sama dia temenan(sekelas), semua temen-temen menganggap ku aku adalah orang TERCUEK+TERJUTEK SAMA COWOK,
Sampai saatnya aku kenal deket sama dia,sering berbagi cerita,yaaa selayaknya temen lah…
Di kelas,aku punya sahabat deket lah dia adalah si(S) kebetulan sahabat aku deket juga sama dia,bahkan deket banget udah kaya kakaknya si dia deh tau sama semua sifat+kelakuan dia
Sahabat aku deket sama dia ,yaaa otomatislah aku juga jadi deket sama dia dan akhirnya tahu gimana dia. Bisa di bilang dia “PLAY BOY”
AKHIRNYA aku,sahabatku,dia kini bersahabat .yeeeeeaaaaahh \m/
Setelah hampir dua tahun aku sahabatan dengan mereka,
Aku gak tahu ternyata dia suka sama aku,
Aku tau dari pacarnya dia sendiri
Ahaaaha :D *sahabat jadi cinta deeh*
Iyaa sihh .. :o
Dari sikapnya ke aku,aku udah ngerasa pasti ada perasaan apaaaaa gitu :D
Tapi yaa udahlah diem aja pura-pura ga tau
Lagi pula aku belum ada perasaan yang lain
dia kan SOHIB aku
waktu dua tahun sekelas sama mereka .waktu itu aku duduk di kelas 2 smp,
aku mulai merasakan ada yang beda dari sikap dia ke aku
dan sampai akhirnya ada temen sekelas yang dia tahu ,temen sekelas(i) itu suka sama aku,
yaa aku ga ambil pusing ,diemin ajja
aku berpikir “temen itu hanya sebatas suka gimana temen lah “
udahh kelar sama temen(i)
ada yang nembak aku ,temen (ii) si dia tau dan si dia pun tau aku nolak temen(ii)
sampai akhirnya kelas 2 pun di lalui,beranjak kelas 3 smp kelas di pisah..
aku sama sahabat cewe(si S) ku tetep sekelas
tapi sama si dia jadi pisah kelas :/ yaaaaaaaaaahhh
tapi dari perpisahan kelas itu membuat si dia berani ngsms ke aku yang tadinya sama sekali cuek dan ga pernah sms.
ANEEEEEEEEEEEEHHHHHHHH !!
Dan setelah kita bertiga pisah kelas,
Kita menemukan temen-temen baru, aku masih tetap bersama sahabat dulu(S) dan ada pengganti si dia yaa utk curhat lah dia adalah si (N)
Si dia juga punya temen-temen deket,malah jadi group (tp bukan group-group kaya anak genk** giitu)nama group nya (GV) beranggotakan si dia,si (A),si (ALDA),si (T),si (TOM).
Meski aku,si (S),si dia terpisah tapi kami selalu menjaga pertemanan dulu
Akhirnya si dia ngenalin aku,si (S),si (N) ke temen-temen nya,
Dari perkenalan itu lah,si(S),si(N) mengalami jatuh cinta ,kalau menurut istilah sunda dan English nya “KATINGGANG LOVE” :D sama anak-anak GV .
Si (S) suka sama <3 si(A),Si (N) suka sama <3 si (ALDA) AHEUUYYY :D dan si (S), si (N) sering curhat** bahwa si (N) udah dari dulu suka sama si (ALDA),begitupun si si(S). aku mikirr “ko sahabat** aku suka sama cowok yang bersahabat ?aku sama siapa yaa?”haha :D sampai akhirnya si(S)nemuin cowo baru yang dia suka bangeet,dia adalah si(B),dia ngelakuin apapun demi bisa deket sama si(B), si (S) terus mengkorek terus informasi dari banyak orang tentang si(B), sampai akhirnya si (S) sama si(B) *BERHUBUNGAN TANPA STATUS* wooow :D pada saat itu aku mulai menyukai si (A) karna kelucuannya :D sahabat aku si(S) dan si (N) mendukung akan hal itu akibat keberanian si (S) ,kita jadi deket sama anak** GV *berawal dari mimpi si (S)* si (S)bermimpi”aku jadian sama sidia :D,si (N) jadian sama si (ALDA)” WWAAAHH sulit di duga … Sampai akhirnya jadi kenyataan,aku jadian sama si dia :D Ahaha:D kagak nyangka banget deehh :o Tapi sama si (N) masih tanda tanya (?) Idon’t know… #CERITA AKU DENGAN SI DIA *Semuanya berawal dari mimpi* :D Setelah si dia putus sama si (papay),dia nembak aku :D [tanggal 15 januari ] Awalnya aku ga percaya apakah ini tipuan? Diakan rese banget tukang jail :D,sampai akhirnya dia jelasin semuanya dia putus sama si (papay) demi aku , GRR bangeeet ya ? :D haha Aku masih agak tetep kurang percaya,karna aku tau semua sifat dia Aku mulai percaya pada saat si (S) cerita yang sebenarnya bahwa si dia beneran sama aku ,dan dia ga suka sama si (papay),karna si (papay)lah yang ngejar-ngejar si dia Okelahkalaubegitu :D P E R C A Y A !! Tapi Aku masih bingung >< “aku kan masih suka ke si (A)?” Gimannnaaaa ? Si(S) + si (N) perpendapat:: *TERIMA AJJA LAH belum tentu kamu bisan dapetin si (A)* Aku :: hmmm bingung -_- Hhhaaalllaahh jadi cinta dua hati euy ..!! Udah ke sekian harinya hari aku ga jawab si dia sampai akhirnya aku ngomong “AKU BUTUH BUKTI” Akhirnya si dia di tantang sama si (S) supaya ngungkapin perasaan ke aku secara langsung di hadapan anak** GV +sahabat aku :D Aku berpikir “Ahaha :D sidiia pasti malu dan ga bakal berani” Ehh ga tau nya si dia bilang “OKE,SIAPA TAKUT :D” Hhhhhaaaaahhh? dia BERANI ? Oh my good . MALLLLUUU deh aku :D Perasaan ku menjadi pudar terhadap si (A) Tanggal 20/01/2011- 23/01/2011 Sekolah Melakukan study tour : Aku masih belum jawab si dia, Karna dia belum ngebuktiin dari persyaratan si(S),saat brangkat aku beda bus dengan si dia,ternyata si dia menaiki bus2 bersama si(papay) mantan dia.sedangkan aku bus 3, Yyyaaa udah lah aku yakin pasti dia ga mungkin sama si papay . Eehh ternyata ada yang bilang sama aku si (papay) sama si dia berduaan terus Yaa aku kecewa,tp ga ada hak aku kecewa karna dia belum jadi siapa2 aku :’( Salah aku juga siih Yang aku tau si(papay) itu BENCI BANGET sama aku ,yaa gara** sidia lebih milih aku Di sana aku mengalami hal yang sangat aku benci >< banyak banget masalah yang terjadi antara si dia,aku dan si(papay). Tambah lagi aku sehotel sama si(papay) Wwidiih ogah banget !! Yaaaahhh tambah ribet lagi deh masalah… Yyyaaaaa udah lah cerita studytour yang menyedihkan nya . TERLALU PANJANG … 23/01/2011 :: pulaaang ke tasik Asyyeeeekkk..! 24/01/2011:: masuk sekolah seperti biasa,tapi dia ga masuk,karna dia sakit ! Waktu di sekolahh terus ajja masalah dateng dari si(papay). Si(papay) :: yeyeye aku di kasih cincin sama si dia,yang cincin nya di ukir nama jelas si dia & si(papay) Yah aku nyangka sidia balikan sama si(papay), Aku seddih :’( kecewa,campur aduk lah ><
Aku sms si dia
Aku *Yeeaaahh selamet yaa balikan lagi sama si(papay),
Semoga awet aja yaaa *
Si dia *apaan sih? Siapa yang balikan?pasti km dari si(papay)?
Jangan percaya!! Aku ga balikan lg sama dia!
Aku *ohyaa massa?banyak yang bilang ko , banyak BUKTI !*
Si dia *appa buktinya?*
Aku* C I N C I N *
Si dia *oh itu,iya emang ngasih cincin tp ga balikan aku ngsih cincin Cuma buat kenangan aja,biar dia ga ganggu hubungan kita nantinya,yang nyaranin itu juga bukan aku temen aku
Percaya dong sama aku?
Okeh bsk aku buktiin aku bawa si(papay) +temen ke hadapan kamu,supaya jelasin semuanya*
Aku*udahlah jangan nambah ribet masalah !!TERSERAH KAMU LAH *
sampai akhirnya aku marahan di sms sama sidia gara-gara cerita si(papay).
Dan dia juga yang bikin aku baikan lagi sama dia
25/01/2011
Sore hari kemarin si dia udah janji mau ngebuktiin semuanya termasuk tantangan dari si(S),aku ga terlalu berharap .
KRRRRRIIIINNNGGGGGG…….!! Waktu pulang tibaa
Aku keluar dari kelas dan diem di mading nunggu temen yang suka pulang bareng sama aku,waktu nunggu, tiba-tiba si(S) & si(N) menarik aku dan membawa aku ke hadapan si dia dan anak** GV tapi sayang si(ALDA)dan yang lainnya ga ada ,yang ada cuma si (A) yang dulu sempet aku suka,
WOOOWWW malu !! :D
Karna aku tinggal di sunda
Masih ku ingat dia ngungkapin perasaannya ke aku dengan bahasa sunda :D
Dia *shakaa,abi the resep ka shaka,ti basa eta abi resep ka shaka..
Kumaha bade di tampi moal abi? :D*
Aku *hmm hoyong na naon?*
Dia *nyaa terserah,da hoyong mah enya *
Aku *nyaa hmm kumahanyaa?*
Dia *naha kmh sok we*
Aku *nyaaalah di tampi* :D
Dan di sana di buktiin sama si diaa kalau dia emang serius ke aku
Dan akhirnya aku nerima dia
Yyyeeeeeeeeeaaaaaaaaaaah\m/
SELESAI
Pertama-tama saya panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan yang maha esa,yang telah memberikan kenikmatan yang tiada hentinya.
Sekedar cerita
hy guys …!
ini aku lagi belajar bikin cerita ni jangan di ketawain ya
yaa ceritanya nggak ngejamin bagus sih tapi kan namanya belajar pasti kurang banget dari kesempurnaan nggak seperti para penulis-penulis handal yang sudah mahir dalam karya nya,
seperti penulis Della Amanda,Siska monica,maria dan penulis lainnya yang sudah mahir sekali dalam karyanya,yang sudah menerbitkan beberapa novel-novel remaja yang begitu menarik di kalangan remaja !!
yaa aku ingin seperti mereka,yang bisa menarik semua para pembaca dari hasil karya sendiri:D
Disini aku telah menuliskan sebagian cerita-cerita pendek yang mungkin dialami oleh para remaja.
Terutama ini kisah dari pengalaman yang pernah aku alami disini aku juga menggunakan nama-nama samaran ,jadi maaf ya apabila ada kesamaan nama dll,dan maksud aku menulis cerita ini sekedar hanya ingin berbagi cerita dengan para remaja-remaja lainnya
“selamat membacaaaa …. !! “
Ini lah cerita aku bersama dia
Mungkin aku tak sebaik dan tak sebanding dengan orang-orang di sekitar mu ..
Tapi asal kamu tau,”ketulusan ku terhadap mu” ,tak akan ada yang bisa menandinginya
Sekali pun dia orang terhebat di dunia ini
Aku yakin akan semua takdir ,”mungkin juga Tuhan berkehendak lain,
tak menakdirkan aku dengan mu tapi apa salahnya jika aku terus berikhtiar dari apa yang aku suka dan yang nggak suka dari kamu !
tapi aku ragu, aku selalu berpikir “KAMU YANG TERBAIK DAN SEGALANYA”
apakah kamu juga berpikir seperti itu terhadapku?
Semua yang terjadi saat ini seperti mimpi
“aku dan kamu bisa bersama”
WOOOOWW sulit ku bayangkan !!!
Tapi ini lah takdir Tuhan
Aku juga gak tahu apa yang selanjutnya akan terjadi ..
Karna itu udah ada yang ngatur
#Inilah awal ceritaku
Awalnya aku sama dia temenan(sekelas), semua temen-temen menganggap ku aku adalah orang TERCUEK+TERJUTEK SAMA COWOK,
Sampai saatnya aku kenal deket sama dia,sering berbagi cerita,yaaa selayaknya temen lah…
Di kelas,aku punya sahabat deket lah dia adalah si(S) kebetulan sahabat aku deket juga sama dia,bahkan deket banget udah kaya kakaknya si dia deh tau sama semua sifat+kelakuan dia
Sahabat aku deket sama dia ,yaaa otomatislah aku juga jadi deket sama dia dan akhirnya tahu gimana dia. Bisa di bilang dia “PLAY BOY”
AKHIRNYA aku,sahabatku,dia kini bersahabat .yeeeeeaaaaahh \m/
Setelah hampir dua tahun aku sahabatan dengan mereka,
Aku gak tahu ternyata dia suka sama aku,
Aku tau dari pacarnya dia sendiri
Ahaaaha :D *sahabat jadi cinta deeh*
Iyaa sihh .. :o
Dari sikapnya ke aku,aku udah ngerasa pasti ada perasaan apaaaaa gitu :D
Tapi yaa udahlah diem aja pura-pura ga tau
Lagi pula aku belum ada perasaan yang lain
dia kan SOHIB aku
waktu dua tahun sekelas sama mereka .waktu itu aku duduk di kelas 2 smp,
aku mulai merasakan ada yang beda dari sikap dia ke aku
dan sampai akhirnya ada temen sekelas yang dia tahu ,temen sekelas(i) itu suka sama aku,
yaa aku ga ambil pusing ,diemin ajja
aku berpikir “temen itu hanya sebatas suka gimana temen lah “
udahh kelar sama temen(i)
ada yang nembak aku ,temen (ii) si dia tau dan si dia pun tau aku nolak temen(ii)
sampai akhirnya kelas 2 pun di lalui,beranjak kelas 3 smp kelas di pisah..
aku sama sahabat cewe(si S) ku tetep sekelas
tapi sama si dia jadi pisah kelas :/ yaaaaaaaaaahhh
tapi dari perpisahan kelas itu membuat si dia berani ngsms ke aku yang tadinya sama sekali cuek dan ga pernah sms.
ANEEEEEEEEEEEEHHHHHHHH !!
Dan setelah kita bertiga pisah kelas,
Kita menemukan temen-temen baru, aku masih tetap bersama sahabat dulu(S) dan ada pengganti si dia yaa utk curhat lah dia adalah si (N)
Si dia juga punya temen-temen deket,malah jadi group (tp bukan group-group kaya anak genk** giitu)nama group nya (GV) beranggotakan si dia,si (A),si (ALDA),si (T),si (TOM).
Meski aku,si (S),si dia terpisah tapi kami selalu menjaga pertemanan dulu
Akhirnya si dia ngenalin aku,si (S),si (N) ke temen-temen nya,
Dari perkenalan itu lah,si(S),si(N) mengalami jatuh cinta ,kalau menurut istilah sunda dan English nya “KATINGGANG LOVE” :D sama anak-anak GV .
Si (S) suka sama <3 si(A),Si (N) suka sama <3 si (ALDA) AHEUUYYY :D dan si (S), si (N) sering curhat** bahwa si (N) udah dari dulu suka sama si (ALDA),begitupun si si(S). aku mikirr “ko sahabat** aku suka sama cowok yang bersahabat ?aku sama siapa yaa?”haha :D sampai akhirnya si(S)nemuin cowo baru yang dia suka bangeet,dia adalah si(B),dia ngelakuin apapun demi bisa deket sama si(B), si (S) terus mengkorek terus informasi dari banyak orang tentang si(B), sampai akhirnya si (S) sama si(B) *BERHUBUNGAN TANPA STATUS* wooow :D pada saat itu aku mulai menyukai si (A) karna kelucuannya :D sahabat aku si(S) dan si (N) mendukung akan hal itu akibat keberanian si (S) ,kita jadi deket sama anak** GV *berawal dari mimpi si (S)* si (S)bermimpi”aku jadian sama sidia :D,si (N) jadian sama si (ALDA)” WWAAAHH sulit di duga … Sampai akhirnya jadi kenyataan,aku jadian sama si dia :D Ahaha:D kagak nyangka banget deehh :o Tapi sama si (N) masih tanda tanya (?) Idon’t know… #CERITA AKU DENGAN SI DIA *Semuanya berawal dari mimpi* :D Setelah si dia putus sama si (papay),dia nembak aku :D [tanggal 15 januari ] Awalnya aku ga percaya apakah ini tipuan? Diakan rese banget tukang jail :D,sampai akhirnya dia jelasin semuanya dia putus sama si (papay) demi aku , GRR bangeeet ya ? :D haha Aku masih agak tetep kurang percaya,karna aku tau semua sifat dia Aku mulai percaya pada saat si (S) cerita yang sebenarnya bahwa si dia beneran sama aku ,dan dia ga suka sama si (papay),karna si (papay)lah yang ngejar-ngejar si dia Okelahkalaubegitu :D P E R C A Y A !! Tapi Aku masih bingung >< “aku kan masih suka ke si (A)?” Gimannnaaaa ? Si(S) + si (N) perpendapat:: *TERIMA AJJA LAH belum tentu kamu bisan dapetin si (A)* Aku :: hmmm bingung -_- Hhhaaalllaahh jadi cinta dua hati euy ..!! Udah ke sekian harinya hari aku ga jawab si dia sampai akhirnya aku ngomong “AKU BUTUH BUKTI” Akhirnya si dia di tantang sama si (S) supaya ngungkapin perasaan ke aku secara langsung di hadapan anak** GV +sahabat aku :D Aku berpikir “Ahaha :D sidiia pasti malu dan ga bakal berani” Ehh ga tau nya si dia bilang “OKE,SIAPA TAKUT :D” Hhhhhaaaaahhh? dia BERANI ? Oh my good . MALLLLUUU deh aku :D Perasaan ku menjadi pudar terhadap si (A) Tanggal 20/01/2011- 23/01/2011 Sekolah Melakukan study tour : Aku masih belum jawab si dia, Karna dia belum ngebuktiin dari persyaratan si(S),saat brangkat aku beda bus dengan si dia,ternyata si dia menaiki bus2 bersama si(papay) mantan dia.sedangkan aku bus 3, Yyyaaa udah lah aku yakin pasti dia ga mungkin sama si papay . Eehh ternyata ada yang bilang sama aku si (papay) sama si dia berduaan terus Yaa aku kecewa,tp ga ada hak aku kecewa karna dia belum jadi siapa2 aku :’( Salah aku juga siih Yang aku tau si(papay) itu BENCI BANGET sama aku ,yaa gara** sidia lebih milih aku Di sana aku mengalami hal yang sangat aku benci >< banyak banget masalah yang terjadi antara si dia,aku dan si(papay). Tambah lagi aku sehotel sama si(papay) Wwidiih ogah banget !! Yaaaahhh tambah ribet lagi deh masalah… Yyyaaaaa udah lah cerita studytour yang menyedihkan nya . TERLALU PANJANG … 23/01/2011 :: pulaaang ke tasik Asyyeeeekkk..! 24/01/2011:: masuk sekolah seperti biasa,tapi dia ga masuk,karna dia sakit ! Waktu di sekolahh terus ajja masalah dateng dari si(papay). Si(papay) :: yeyeye aku di kasih cincin sama si dia,yang cincin nya di ukir nama jelas si dia & si(papay) Yah aku nyangka sidia balikan sama si(papay), Aku seddih :’( kecewa,campur aduk lah ><
Aku sms si dia
Aku *Yeeaaahh selamet yaa balikan lagi sama si(papay),
Semoga awet aja yaaa *
Si dia *apaan sih? Siapa yang balikan?pasti km dari si(papay)?
Jangan percaya!! Aku ga balikan lg sama dia!
Aku *ohyaa massa?banyak yang bilang ko , banyak BUKTI !*
Si dia *appa buktinya?*
Aku* C I N C I N *
Si dia *oh itu,iya emang ngasih cincin tp ga balikan aku ngsih cincin Cuma buat kenangan aja,biar dia ga ganggu hubungan kita nantinya,yang nyaranin itu juga bukan aku temen aku
Percaya dong sama aku?
Okeh bsk aku buktiin aku bawa si(papay) +temen ke hadapan kamu,supaya jelasin semuanya*
Aku*udahlah jangan nambah ribet masalah !!TERSERAH KAMU LAH *
sampai akhirnya aku marahan di sms sama sidia gara-gara cerita si(papay).
Dan dia juga yang bikin aku baikan lagi sama dia
25/01/2011
Sore hari kemarin si dia udah janji mau ngebuktiin semuanya termasuk tantangan dari si(S),aku ga terlalu berharap .
KRRRRRIIIINNNGGGGGG…….!! Waktu pulang tibaa
Aku keluar dari kelas dan diem di mading nunggu temen yang suka pulang bareng sama aku,waktu nunggu, tiba-tiba si(S) & si(N) menarik aku dan membawa aku ke hadapan si dia dan anak** GV tapi sayang si(ALDA)dan yang lainnya ga ada ,yang ada cuma si (A) yang dulu sempet aku suka,
WOOOWWW malu !! :D
Karna aku tinggal di sunda
Masih ku ingat dia ngungkapin perasaannya ke aku dengan bahasa sunda :D
Dia *shakaa,abi the resep ka shaka,ti basa eta abi resep ka shaka..
Kumaha bade di tampi moal abi? :D*
Aku *hmm hoyong na naon?*
Dia *nyaa terserah,da hoyong mah enya *
Aku *nyaa hmm kumahanyaa?*
Dia *naha kmh sok we*
Aku *nyaaalah di tampi* :D
Dan di sana di buktiin sama si diaa kalau dia emang serius ke aku
Dan akhirnya aku nerima dia
Yyyeeeeeeeeeaaaaaaaaaaah\m/
SELESAI
Sabtu, 16 April 2011
Lirik Lagu Set14-Sebuah Penyesalan
SET14 – Sebuah Penyesalan
inikah yang ku rasakan saat ini
setelah kau tinggal pergi
rasa sesal ku tak berarti
untuk dirimu yang tlah terluka
pahit yang ku rasakan saat ini
tanpa ada kamu hilang semua yang ku miliki
semua karena ku tak pernah ada
di saat kau butuh
reff:
andaikan dulu ku bisa
memberikan sedikit waktuku untukmu
mungkin kau dan aku bersatu
menjalani hari esok kita berdua
terlambat bagiku menyadari semua kesalahanku
repeat reff [2x]
terlambat bagiku menyadari semua kesalahanku
Lirik Lagu SET14 – Sebuah Penyesalan ini dipersembahkan oleh istanalagu.comFree Download Mp3 Gratis Lagu Indonesia. Kunjungi Juga songsplace.com Song Lyrics, Untuk mendapatkan Lyrics lagu barat dan video clipnya.
Cinta dalam hati
1. Rena
Hari ini Aku mulai menjalani hidup dari awal lagi setelah kepergian seseorang yang selalu mengisi hariku dengan canda dan tawanya dan dengan cintanya.
Pagi ini aku bangun dengan malas, rasanya masih ingin berdiam diri di kamar dan memeluk bantal guling juga memandangi sederet kenangan-kenangan ku dengannya.
Huuaaahh….. tapi aku harus pergi ke kampus, sudahlah merenungnya bisa dilanjutkan pulang kuliah nanti ,
################## di kampus
“hai,hai semuaa selamat pagi”
“pagi juga” kataku lesu.
“kenapa sih lo na? Kayanya lemes banget” kata rara.
“biasalah yang lagi patah hati,” sambung frisha.
“iihh.. apaan sih! Bisa pada diem nggak sih?” aku mendengus.
“ah.. udahlah Rena jangan sedih terus, ikan yg satu mati nggak akan bikin dunia kiamat toh masih banyak ikan dilautan, ya nggak?”
“iya,ya loe bener juga ra.”
“iya terus kenapa loe masih murung, ayolah semangat” sambung frisha.
“senyum dong say.” Kata rara.
Akupun mulai tersenyum, bahkan tertawa setelah mereka menghiburku habis-habisan . oh.. kalian memang sahabat terbaikku
######### pulang ke rumah.
Setelah seharian aku berjibaku dengan tugas-tugas kuliah yang membuat kepalaku pusing akhirnya aku bisa pulang juga setelah semuanya benar-benar selesai,.
“hhaaahh….” Aku menghela nafas panjang, lalu aku jatuhkan tubuhku ke atas kasur yang ku anggap kasur paling empuk sedunia, pikiranku melayang lagi….. yang tersirat dipikiranku hanyalah cowok itu cowok yang sudah satu tahun ini menjadi pacarku namun tiba-tiba saja dia memutuskanku tanpa sebab.
“hay sayang”
“hy juga sayang,hm.. sayang aku mau ngomong sesuatu sama kamu”
“apa?”
“aku … aku… aku ingin hubungan kita cukup sampai disini”
“hhaaahh.? Maksud kamu apa? Kita putus ?”
“iya.. aku rasa aku ingin sendiri dulu, maapkan aku laras”
Dia pergi begitu aja, meninggalkan aku yang masih terpaku dan tak percaya tentang apa yang baru saja aku dengar. Hhooaahh….
Sayang sekali aku harus berpisah dengannya padahal aku sangat mencintai dan menyayanginya. Hah…. Kenangan-kenangan itu selalu terbang berputar-putar diatas kepalaku .
Pernah juga tersirat dalam benakku untuk melakukan sesuatu yang mencelakakan diriku sendiri “BUNUH DIRI” mungkin itu jalan satu-satunya tapi untuk apa dengan bunuh diri juga dia nggak bakalan balik lagi.
Hhhoooooooaaaaaaaaahhhhhh……….. air mataku berhamburan keluar membanjiri kamarku sendiri. “ya,Allah aku sayang dia kenapa Kau ambil dia dariku?” semakin deras saja air mataku mengalir, untung saja dirumah tidak ada siapa-siapa kalau saja ada mungkin semuanya akan rebutan bertanya padaku yang hanya bisa membuatku semakin keras menangis.. :’(
Ya Allah…. Apa salahku ? sampai-sampai aku harus kehilangan dia, dia yang aku cintai, dia yang aku sayangi.
Jika saja ada satu lagi kesempatan aku berjanji aku akan selalu menjaganya dan menyayanginya slalu dengan sepenuh rasa.
Aahhh… semuanya sia-sia saja, dia sudah terlanjur pergi “Gaallaangg I love you…. i miss you…….” Huaahh…………….
########################################################################################################################################################################################################################################
2. Galang
Hari demi hari tubuhku terasa semakin lemas, beban yang aku tanggung begitu sangat berat setelah satu minggu yang lalu aku memutuskan hubungan dengan Rena, aku tau Rena pasti sangat sedih begitu juga dengan aku.
Walaupun sakit aku harus melakukan itu untuk kebaikan Rena juga kebaikan ku juga, karenaaaaaaaaaaaaaaa……………………………………
Dua minggu yang lalu tiba-tiba saja aku jatuh pingsan dirumah, kedua orang tuaku langsung membawaku ke rumah sakit dan tahukah kalian apa yang dikatakan dokter?
Aku terkena penyakit kanker otak “stadium 4”, aku benar-benar tak percaya tentang apa yang baru saja aku dengar dari mulut sang dokter.
Aku berusaha tegar, seperti kedua orang tuaku yang terlihat begitu tegar meskipun sesekali mereka meneteskan air mata melihat keadaanku yang semakin hari semakin parah .
Ku putuskan Rena disaat hari anniversary ku dengannya yang ke satu tahunnya, aku melihat wajahnya berubah suram setelah aku mengatakan hal itu, “sungguh ras, aku juga tak ingin ini semua terjadi tapi jika terus dipertahankan aku takut kamu akan menyesal mempunyai pacar seperti aku, yang mungkin sebentar lagi akan mati”
Desah ku dalam hati..
Tanpa ada jawaban darinya aku pergi meninggalkannya dengan beban hati yang begitu berat ku pikul, dengan kesedihan yang tak terbendung lagi,
“sungguh maaf Rena, aku tidak terus terang tentang penyakitku aku takut kamu sedih, aku takut kamu membenciku, maafkan aku laras maafkan aku”
Ini semua memang menyakitkan, aku memang bodoh kalau harus melepasnya pergi tapi apa daya aku hanya ingin mengurangi rasa sedih dihatinya jika saja nanti aku mati dan meninggalkan semua orang yang aku sayangi juga menyayangiku,
“aarrgghhhh… sakit” aku menggeram dan berteriak begitu keras.
“astaghfirullah, galang kamu kenapa sayang?” mamah merangkulku dan memelukku.
“mamah kepalaku sakit, sakit mah… sakit” aku menangis sambil memegang kepalaku yang semakin terasa sakit.
“kamu minum obat ya? Dimana obatnya?” mamah terlihat begitu panik sambil mencari-cari obatku,
“aku nggak butuh obat mah, sebentar lagi aku pasti mati mah, aku pasti akan mati…”
“sayang kamu jangan ngomong seperti itu, mamah yakin kamu pasti sembuh” mamah ikut menangis.
“kenapa harus aku mah? Kenapa harus aku yang terkena penyakit ini? Kenapa harus aku?”
“mamah mengerti, mamah juga sangat terpukul kenapa harus kamu yang terkena penyakit ini padahal jalan hidupmu masih panjang seharusnya mamah yang terkena penyakit ini karna mamah sudah tua,.”
Aku tak mampu lagi menjawab, aku hanya menangis dalam pelukan mamah, aku merasa kematianku semakin mendekat saja .. sebentar lagi,,,,,,,,,,,, sebentar lagi,,,,,,,,,,, dan sebentar lagi……!!!
####################################################################################################################
“mah, kalau nanti aku mati tolong mamah sampaikan pesanku kepada Rena ya mah? Aku sudah menulis surat untuknya.”
“nggak sayang, kamu pasti sembuh kamu jangan ngomong seperti itu”
“hh.. sudahlah mah, mamah jangan sedih semua orang nantinya juga
akan mati kan mah? Dan mungkin yang akan duluan mati itu aku.”
Mamah menangis, aku hanya diam dan mengambil secarik kertas di dalam kantong celanaku dan memberikannya kepada mamah.
“mah, tolong kasih surat ini pada laras jika nanti aku sudah tidak ada di dunia ini lagi.”
Mamah mengambil surat itu dari tanganku sambil tetap menangis,
“meskipun aku telah tiada, aku akan tetap sayang sama mamah”
“mamah juga akan selalu sayang sama kamu galang, kamu anak mamah yang paling mamah sayangi”
Aku dan mamah saling berpelukan lagi,
kalau saja aku bisa menentang takdir aku ingin hidup 1000 tahun lagi.
##############################################################################################################################################################################
3. Cinta dalam hati
Sudah satu bulan yang lalu aku putus dengan galang, tapi aku masih saja tak bisa melupakannya.
Akhir-akhir ini Rara dan Frisha terus saja membawa stok cowok paling cakep dikampus untuk menggantikan Galang dihatiku tapi tetap saja aku tidak tertarik.
Rasanya seluruh cintaku sudah tercurahkan untuk Galang sampai-sampai tak ada celah sedikitpun dihatiku untuk orang lain.
“aduh Rena, please deh buka sedikit hati loe buat cowok-cowok cakep yang ngantri pengen jadi pacar loe itu. “ cerocos Rara.
“iya na, sekali aja cobain gebet kali aja manjur buat hati loe. Hehe.”
Sambung Frisha.
“bener tuh na”
“gue nggak mau, ngerti?” aku membentak mereka.
Aku langsung saja berlari pergi meninggalkan mereka tanpa menghiraukan apa yang mau mereka katakan.
“aku tau maksud kalian baik, tapi sungguh saat ini aku tak bisa menerima laki-laki lain lagi selain galang “
Aku menangis lagi……. Sungguh perasaan yang sulit ku elakkan.
Hari ini dikampus nggak ada yang menarik sama sekali, aku berencana untuk menghabiskan waktu di perpustakaan mungkin bisa aku andalkan untuk melupakan sejenak risau dalam hatiku.
Sebelum aku sampai di perpustakaan aku harus melewati kelas Rara dan Frisha padahal aku tidak ingin bertemu mereka dulu, karena aku tau pasti mereka akan menawarkanku cowok-cowok cakep yg nggak jelas itu. Huh,,,,,,,
Aku melihat Rara dan Frisha ada di kelas mereka, sepertinya mereka sedang asyik bergosip ria. Aku jadi penasaran apa yang mereka bicarakan. Akupun mengintip.
“kalau aja Rena tau pasti dia bakalan sedih banget!”
“iya, kasihan ya dia”
Aku kaget setengah mati apa yang mereka bicarakan? Apa maksud mereka? Kenapa mereka membawa-bawa nama aku?
Kasihan? Memang aku kenapa?
Tanpa pikir panjang aku langsung masuk dan mengagetkan mereka.
“apa yang kalian bicarakan? Sebenernya ada apa?”
“eh.. Rena hhh… nggak ada apa-apa kok” Rara bicara dengan terbata-bata.
“jangan bohong, sebenernya ada apa?” aku tetap memaksa.
“sebenernyaa… sebenernyaa..” Rara tak menyelesaikan ucapannya.
“sebenernya apa?”
“ada sesuatu yang dirahasiakan oleh galang dari loe, Na” sambung Frisha.
“apa? Rahasia apa itu Frisha?”
“sebenernya galang… galang terkena penyakit kanker otak stadium 4”
“apa?” aku terpekik kaget, mana mungkin galang terkena penyakit kanker itu nggak mungkin.
“iya na, galang memang terkena penyakit kanker otak!” sambung Rara
“nggak mungkin, galang nggak mungkin terkena penyakit seganas itu. Kalian pasti bohong… kalian pasti bohong kan?”
Aku menangis sejadi-jadinya, aku benar-benar tak percaya jadi Selama ini galang berbohong padaku, galang tak pernah jujur padaku tentang penyakitnya.
Ini sungguh kenyataan yang sulit ku terima, kenapa semua ini harus menimpa galang yang aku cintai??? ……
Rara dan Frisha memelukku, sepertinya saat ini mereka merasakan apa yang sesungguhnya aku rasakan.
“maaf Rena, ini mungkin sangat menyakitkan buat loe”
“gue ikut sedih na, gue ngerti perasaan loe..”
Semakin deras saja air mataku mengalir juga semakin kuat aku pegangi tangan Rara dan mereka semakin kuat memelukku.
Oh.. ya Allah cobaan apa lagi ini? Hmm,,…
“gue mau ke rumah galang sekarang juga” tegas ku.
“tapi na, sekarang galang ada di rumah sakit” kata Frisha.
“kalau gitu gue ke rumah sakit sekarang”
Aku cepat-cepat pergi dan berlari tanpa menghiraukan teriakan Rara dan Frisha.
“Rena tunggu, …”
Di rumah sakit.
“suster pasien yang bernama galang wardana di rawat di mana ya?”
“oh.. pasien baru saja dilarikan ke ruang ICU”
“hah..? oh ya kalau begitu terimakasih suster”
“iya, sama-sama”
Aku berlari sekuat tenaga, aku ingin cepat-cepat sampai di ruang ICU.
Aku ingin tau apa yang terjadi pada galang dan aku ingin meyakinkan diriku apakah galang benar-benar terkena penyakit kanker otak itu.
Sampai didepan Ruang ICU aku melihat papa dan mamahnya galang, mamahnya galang sedang menangis di pangkuan pak Bastian waradana papanya galang.
“om, tante.. galang!”
Tante linda menengadahkan wajahnya begitu juga om bastian, tante linda langsung memelukku dan menangis.
“Rena, kamu sudah tau semuanya?”
“jadi, galang benar-benar terkena penyakit itu tante?”
“iya Rena, galang… ah tante sudah tidak kuat kalau harus membahas itu lagi”
“Rena kamu harus kuat, ini sudah menjadi takdir galang” sambung om bastian.
Aku tahu kenapa om bastian berkata seperti itu, beliau pasti melihat raut wajahku yang sedih juga air mataku yang tertahan di kelopak mataku.
Tiba-tiba dokter keluar.
“bagaimana keadaan anak saya dok?” Tanya om bastian.
“kondisinya semakin memburuk, tapi kami telah berusaha semampu kami”
“jadi, apa galang bisa di sembuhkan dok?”
“itu hal yang mustahil terjadi, tapi bapak dan ibu bersabarlah juga banyak-banyak berdo’a semoga anak bapak dan ibu diberi kesembuhan”
“terimakasih dok”
“iya , kalau begitu saya permisi dulu”
“silahkan”
Aku diajak om dan tante untuk masuk dan melihat keadaan galang, aku menurut saja karena aku juga sangat merindukan galang.
Diruangan ini penuh dengan alat-alat praktek dokter, bau obat begitu menusuk hidung, disana aku melihat galang terbaring lemas dengan selang infus yang melingkar di tangannya. Sesaat dia tersenyum padaku lalu berkata.
“Rena….. hy”
Aku hanya tersenyum padanya, tenggorokanku seketika kering begitu saja tapi aku mencoba membuka mulut dan menjawab sapaan lembut pangeran tampan yang terbaring lemas di hadapanku.
“hy galang, bagaimana keadaanmu?”
“aku baik-baik saja, kau juga melihatnya bukan?”
Sungguh egois, pikirku.
Jelas aku melihatnya begitu lemas dan tak berdaya bisa-bisanya dia bilang dia tidak apa-apa. Aku benar-benar gemas padanya dalam keadaannya yang seperti ini dia masih saja merasa dirinya baik-baik saja. Huh………..
Sentuhan lembut tiba-tiba saja terasa ditanganku, tangan yang begitu kokoh itu menggenggam tanganku. Terasa hangat sampai ke dalam hati rasanya tak ingin melepaskannya lagi.
“Rena.” Desah galang begitu lirih.
“iya, galang”
“maapkan aku”
“kamu jahat galang, kenapa kamu nggak bilang sebelumnya? Kenapa?”
Galang menarik tanganku dan memelukku, sungguh aku sangat merindukan pelukan hangatnya.
“aku hanya tak ingin kamu merasa terbebani dengan penyakitku ini, tapi aku mohon laras kini kamu tau apa yang terjadi padaku dan kamu harus janji kamu akan selalu sayang padaku seperti aku yang selalu sayang padamu Rena”
Aku melepaskan pelukannya,
“sampai kapankun galang, aku akan selalu sayang padamu”
“terimakasih atas cinta dan sayangmu yang begitu tulus padaku Rena”
Galang menatap wajahku lamaaa aku juga begitu rasanya aku tak bosan menatap wajah tampan galang, perlahan dia mengusap pipiku dan tersenyum begitu manis.
“berjanjilah walau tanpaku kau harus tetap tersenyum untukku”
Tak ku sangka itu menjadi kalimat terakhir yang galang ucapkan untukku,
Matanya terpejam dan tubuhnya lemas terkapar diatas ranjang rumah sakit,
Galang meninggal,…. ya galang meninggal dihadapanku dengan tenang.
Aku ingin menjerit dan memukul galang, kenapa kau pergi dengan senyum manis sementara aku yang kau tinggalakan menangis tiada henti mengiringi kepergianmu… !!!
“GALAANNGGG jangan tinggalin aku……………………………………….”
Aku mengguncang-guncangkan tubuh kekar galang yang sudah tak bernyawa, tante linda langsung memelukku.
“laras, kita sama-sama kehilangan galang tante juga merasakan apa yang kamu rasakan tapi kamu harus sabar sayang”
“tante kenapa galang pergi? Kenapa galang ninggalin aku tante?”
“sudah sayang.. kita harus sabar”
Tangisku buyar seketika, tak ku sangka galang telah pergi meninggalkanku .
Aku menoleh ke arah om bastian, laki-laki setengah baya itu terlihat begitu sedih sambil mengusap-ngusap jasad galang anak semata wayangnya yang kini telah tiada.
Kami larut dalam kesedihan, hingga satu minggu setelah galang meninggal tante linda menemuiku.
“tante linda, ada apa?”
“tante mau menyampaikan sesuatu “
“apa itu tante?”
“ini ada surat titipan galang untukmu, sebelum dia meninggal dia menitipkan surat ini pada tante”
“surat apa ini tante?”
“tante tidak tau lebih baik kamu baca sendiri saja”
“iya, terimakasih tante”
“iya, kalau begitu tante pulang dulu”
“iya tante”
Aku penasaran apa isi surat yang di tulis galang sebelum meninggal untukku,
Aku ingin membukanya sekarang tapi aku menahannya sampai aku pulang ke rumah.
###########################
di rumah.
Aku teringat surat yang diberikan tante linda kepadaku, aku bongkar isi tas ku akhirnya aku menemukan sepucuk surat terbungkus amplop biru muda bergambar bentuk hati berwarna pink yang semakin membuatnya lebih terlihat indah dan menarik.
Perlahan aku buka isi amplop itu,
Didalamnya aku temukan secarik kertas berwarna putih bersih, dan aku mulai membaca surat itu.
Dear princess Rena,
Saat kamu membaca suratku ini aku tau aku sudah tidak ada lagi didunia yang fana ini bersamamu.
Maafkan aku Rena, aku telah lama menyembunyikan penyakitku ini, sesungguhnya aku mengidap penyakit ini sejak kelas 3 smp dulu, tapi tidak ada yang tahu tentang itu termasuk orang tuaku.
Aku menyembunyikannya sendirian, aku tahu aku bodoh tapi aku juga sadar suatu saat aku pasti akan mati makannya aku biarkan penyakitku terus bersarang, tahukah kamu sejak smp dulu aku sering memperhatikanmu dari kejauhan?? aku memang sudah menyukaimu dari smp dulu.
Aku menyembunyikan penyakitku karna hal itu, aku ingin memilikimu sekali saja dalam hidupku dan merasakan cinta itu sebelum aku mati, aku juga nggak mau dikasihani orang karna penyakitku.
Dan semua itu akhirnya terwujud, aku sempat memilikimu sebelum aku pergi.
Aku sangat bahagia walau itu hanya 1 tahun, memang tak bisa membayar semua perjuanganku menunggu dan mengejar cintamu tapi aku bahagia akhirnya perjuanganku berbuah hasil walau memang tak lama tapi disana, di tempat peristirahatanku yang terakhir aku bisa tenang karna aku sempat memilikimu.
Rena..
Cinta kita terhalang oleh dunia kita yang berbeda, sekarang aku telah berada didunia lain. Penyakitku telah merenggut semuanya dariku, tapi aku mohon padamu Rena jangan pernah membenciku karna kebohongan ku.
Dan Tetaplah hidup untukku, karna disetiap hembus nafasmu aku ada karna disetiap detak jantungmu aku ada.
Kini rohku telah menyatu dengan alam dan aku akan selalu hidup didalam hatimu untuk selamanya.
Memang tak sempat ku utarakan lewat kata-kata tapi lewat surat ini aku ingin mengungkapkannya padamu, sesungguhnya cintaku sangat besar padamu dan aku bahagia akhirnya mimpiku bisa terwujud karena kamu telah menjadi cinta terakhir untukku hingga aku mati !!
Rena ..
Aku bahagia sempat memilikimu walau sesaat aku sangat bahagia, biarkan aku tenang disini dengan cintamu.
Carilah penggantiku, bahagialah untukku, karena bahagiamu adalah kebahagiaan untukku.
Biarlah cinta kita berdua hanya akan menjadi CINTA DALAM HATI, yang pernah terpaut namun terpisahkan oleh maut.
You’re love
Galang waradana
Aku menutup kembali surat itu dan memasukannya ke dalam amplop, surat itu benar-benar membuatku merasa hidup kembali.
Aku berjanji padamu Galang, aku akan tetap hidup dan aku akan terus tersenyum untukmu.
“aku tahu kenyataan terkadang tak sejalan dengan keinginan dan harapan hidup, namun dibalik semuanya ada secercah hikmah dan kebahagiaan yang tak terduga. Aku menerima kenyataan hidup ini yang membuatku sulit, namun karna kesulitan itulah aku mulai mengerti arti kehidupan yang sebenarnya.
Aku telah berjanji pada cinta yang aku cintai bahwa aku akan terus selalu hidup dengan senyuman, maka aku akan mulai hidup dari awal lagi dan menyimpan cinta itu untuk cintaku yang baru,
Dan aku akan selalu berdo’a semoga cintaku yang telah pergi menghilang akan tetap bahagia disana seperti aku yang akan selalu tersenyum untuk kehidupanku yang baru ”
~SELESAI~
Hari ini Aku mulai menjalani hidup dari awal lagi setelah kepergian seseorang yang selalu mengisi hariku dengan canda dan tawanya dan dengan cintanya.
Pagi ini aku bangun dengan malas, rasanya masih ingin berdiam diri di kamar dan memeluk bantal guling juga memandangi sederet kenangan-kenangan ku dengannya.
Huuaaahh….. tapi aku harus pergi ke kampus, sudahlah merenungnya bisa dilanjutkan pulang kuliah nanti ,
################## di kampus
“hai,hai semuaa selamat pagi”
“pagi juga” kataku lesu.
“kenapa sih lo na? Kayanya lemes banget” kata rara.
“biasalah yang lagi patah hati,” sambung frisha.
“iihh.. apaan sih! Bisa pada diem nggak sih?” aku mendengus.
“ah.. udahlah Rena jangan sedih terus, ikan yg satu mati nggak akan bikin dunia kiamat toh masih banyak ikan dilautan, ya nggak?”
“iya,ya loe bener juga ra.”
“iya terus kenapa loe masih murung, ayolah semangat” sambung frisha.
“senyum dong say.” Kata rara.
Akupun mulai tersenyum, bahkan tertawa setelah mereka menghiburku habis-habisan . oh.. kalian memang sahabat terbaikku
######### pulang ke rumah.
Setelah seharian aku berjibaku dengan tugas-tugas kuliah yang membuat kepalaku pusing akhirnya aku bisa pulang juga setelah semuanya benar-benar selesai,.
“hhaaahh….” Aku menghela nafas panjang, lalu aku jatuhkan tubuhku ke atas kasur yang ku anggap kasur paling empuk sedunia, pikiranku melayang lagi….. yang tersirat dipikiranku hanyalah cowok itu cowok yang sudah satu tahun ini menjadi pacarku namun tiba-tiba saja dia memutuskanku tanpa sebab.
“hay sayang”
“hy juga sayang,hm.. sayang aku mau ngomong sesuatu sama kamu”
“apa?”
“aku … aku… aku ingin hubungan kita cukup sampai disini”
“hhaaahh.? Maksud kamu apa? Kita putus ?”
“iya.. aku rasa aku ingin sendiri dulu, maapkan aku laras”
Dia pergi begitu aja, meninggalkan aku yang masih terpaku dan tak percaya tentang apa yang baru saja aku dengar. Hhooaahh….
Sayang sekali aku harus berpisah dengannya padahal aku sangat mencintai dan menyayanginya. Hah…. Kenangan-kenangan itu selalu terbang berputar-putar diatas kepalaku .
Pernah juga tersirat dalam benakku untuk melakukan sesuatu yang mencelakakan diriku sendiri “BUNUH DIRI” mungkin itu jalan satu-satunya tapi untuk apa dengan bunuh diri juga dia nggak bakalan balik lagi.
Hhhoooooooaaaaaaaaahhhhhh……….. air mataku berhamburan keluar membanjiri kamarku sendiri. “ya,Allah aku sayang dia kenapa Kau ambil dia dariku?” semakin deras saja air mataku mengalir, untung saja dirumah tidak ada siapa-siapa kalau saja ada mungkin semuanya akan rebutan bertanya padaku yang hanya bisa membuatku semakin keras menangis.. :’(
Ya Allah…. Apa salahku ? sampai-sampai aku harus kehilangan dia, dia yang aku cintai, dia yang aku sayangi.
Jika saja ada satu lagi kesempatan aku berjanji aku akan selalu menjaganya dan menyayanginya slalu dengan sepenuh rasa.
Aahhh… semuanya sia-sia saja, dia sudah terlanjur pergi “Gaallaangg I love you…. i miss you…….” Huaahh…………….
########################################################################################################################################################################################################################################
2. Galang
Hari demi hari tubuhku terasa semakin lemas, beban yang aku tanggung begitu sangat berat setelah satu minggu yang lalu aku memutuskan hubungan dengan Rena, aku tau Rena pasti sangat sedih begitu juga dengan aku.
Walaupun sakit aku harus melakukan itu untuk kebaikan Rena juga kebaikan ku juga, karenaaaaaaaaaaaaaaa……………………………………
Dua minggu yang lalu tiba-tiba saja aku jatuh pingsan dirumah, kedua orang tuaku langsung membawaku ke rumah sakit dan tahukah kalian apa yang dikatakan dokter?
Aku terkena penyakit kanker otak “stadium 4”, aku benar-benar tak percaya tentang apa yang baru saja aku dengar dari mulut sang dokter.
Aku berusaha tegar, seperti kedua orang tuaku yang terlihat begitu tegar meskipun sesekali mereka meneteskan air mata melihat keadaanku yang semakin hari semakin parah .
Ku putuskan Rena disaat hari anniversary ku dengannya yang ke satu tahunnya, aku melihat wajahnya berubah suram setelah aku mengatakan hal itu, “sungguh ras, aku juga tak ingin ini semua terjadi tapi jika terus dipertahankan aku takut kamu akan menyesal mempunyai pacar seperti aku, yang mungkin sebentar lagi akan mati”
Desah ku dalam hati..
Tanpa ada jawaban darinya aku pergi meninggalkannya dengan beban hati yang begitu berat ku pikul, dengan kesedihan yang tak terbendung lagi,
“sungguh maaf Rena, aku tidak terus terang tentang penyakitku aku takut kamu sedih, aku takut kamu membenciku, maafkan aku laras maafkan aku”
Ini semua memang menyakitkan, aku memang bodoh kalau harus melepasnya pergi tapi apa daya aku hanya ingin mengurangi rasa sedih dihatinya jika saja nanti aku mati dan meninggalkan semua orang yang aku sayangi juga menyayangiku,
“aarrgghhhh… sakit” aku menggeram dan berteriak begitu keras.
“astaghfirullah, galang kamu kenapa sayang?” mamah merangkulku dan memelukku.
“mamah kepalaku sakit, sakit mah… sakit” aku menangis sambil memegang kepalaku yang semakin terasa sakit.
“kamu minum obat ya? Dimana obatnya?” mamah terlihat begitu panik sambil mencari-cari obatku,
“aku nggak butuh obat mah, sebentar lagi aku pasti mati mah, aku pasti akan mati…”
“sayang kamu jangan ngomong seperti itu, mamah yakin kamu pasti sembuh” mamah ikut menangis.
“kenapa harus aku mah? Kenapa harus aku yang terkena penyakit ini? Kenapa harus aku?”
“mamah mengerti, mamah juga sangat terpukul kenapa harus kamu yang terkena penyakit ini padahal jalan hidupmu masih panjang seharusnya mamah yang terkena penyakit ini karna mamah sudah tua,.”
Aku tak mampu lagi menjawab, aku hanya menangis dalam pelukan mamah, aku merasa kematianku semakin mendekat saja .. sebentar lagi,,,,,,,,,,,, sebentar lagi,,,,,,,,,,, dan sebentar lagi……!!!
####################################################################################################################
“mah, kalau nanti aku mati tolong mamah sampaikan pesanku kepada Rena ya mah? Aku sudah menulis surat untuknya.”
“nggak sayang, kamu pasti sembuh kamu jangan ngomong seperti itu”
“hh.. sudahlah mah, mamah jangan sedih semua orang nantinya juga
akan mati kan mah? Dan mungkin yang akan duluan mati itu aku.”
Mamah menangis, aku hanya diam dan mengambil secarik kertas di dalam kantong celanaku dan memberikannya kepada mamah.
“mah, tolong kasih surat ini pada laras jika nanti aku sudah tidak ada di dunia ini lagi.”
Mamah mengambil surat itu dari tanganku sambil tetap menangis,
“meskipun aku telah tiada, aku akan tetap sayang sama mamah”
“mamah juga akan selalu sayang sama kamu galang, kamu anak mamah yang paling mamah sayangi”
Aku dan mamah saling berpelukan lagi,
kalau saja aku bisa menentang takdir aku ingin hidup 1000 tahun lagi.
##############################################################################################################################################################################
3. Cinta dalam hati
Sudah satu bulan yang lalu aku putus dengan galang, tapi aku masih saja tak bisa melupakannya.
Akhir-akhir ini Rara dan Frisha terus saja membawa stok cowok paling cakep dikampus untuk menggantikan Galang dihatiku tapi tetap saja aku tidak tertarik.
Rasanya seluruh cintaku sudah tercurahkan untuk Galang sampai-sampai tak ada celah sedikitpun dihatiku untuk orang lain.
“aduh Rena, please deh buka sedikit hati loe buat cowok-cowok cakep yang ngantri pengen jadi pacar loe itu. “ cerocos Rara.
“iya na, sekali aja cobain gebet kali aja manjur buat hati loe. Hehe.”
Sambung Frisha.
“bener tuh na”
“gue nggak mau, ngerti?” aku membentak mereka.
Aku langsung saja berlari pergi meninggalkan mereka tanpa menghiraukan apa yang mau mereka katakan.
“aku tau maksud kalian baik, tapi sungguh saat ini aku tak bisa menerima laki-laki lain lagi selain galang “
Aku menangis lagi……. Sungguh perasaan yang sulit ku elakkan.
Hari ini dikampus nggak ada yang menarik sama sekali, aku berencana untuk menghabiskan waktu di perpustakaan mungkin bisa aku andalkan untuk melupakan sejenak risau dalam hatiku.
Sebelum aku sampai di perpustakaan aku harus melewati kelas Rara dan Frisha padahal aku tidak ingin bertemu mereka dulu, karena aku tau pasti mereka akan menawarkanku cowok-cowok cakep yg nggak jelas itu. Huh,,,,,,,
Aku melihat Rara dan Frisha ada di kelas mereka, sepertinya mereka sedang asyik bergosip ria. Aku jadi penasaran apa yang mereka bicarakan. Akupun mengintip.
“kalau aja Rena tau pasti dia bakalan sedih banget!”
“iya, kasihan ya dia”
Aku kaget setengah mati apa yang mereka bicarakan? Apa maksud mereka? Kenapa mereka membawa-bawa nama aku?
Kasihan? Memang aku kenapa?
Tanpa pikir panjang aku langsung masuk dan mengagetkan mereka.
“apa yang kalian bicarakan? Sebenernya ada apa?”
“eh.. Rena hhh… nggak ada apa-apa kok” Rara bicara dengan terbata-bata.
“jangan bohong, sebenernya ada apa?” aku tetap memaksa.
“sebenernyaa… sebenernyaa..” Rara tak menyelesaikan ucapannya.
“sebenernya apa?”
“ada sesuatu yang dirahasiakan oleh galang dari loe, Na” sambung Frisha.
“apa? Rahasia apa itu Frisha?”
“sebenernya galang… galang terkena penyakit kanker otak stadium 4”
“apa?” aku terpekik kaget, mana mungkin galang terkena penyakit kanker itu nggak mungkin.
“iya na, galang memang terkena penyakit kanker otak!” sambung Rara
“nggak mungkin, galang nggak mungkin terkena penyakit seganas itu. Kalian pasti bohong… kalian pasti bohong kan?”
Aku menangis sejadi-jadinya, aku benar-benar tak percaya jadi Selama ini galang berbohong padaku, galang tak pernah jujur padaku tentang penyakitnya.
Ini sungguh kenyataan yang sulit ku terima, kenapa semua ini harus menimpa galang yang aku cintai??? ……
Rara dan Frisha memelukku, sepertinya saat ini mereka merasakan apa yang sesungguhnya aku rasakan.
“maaf Rena, ini mungkin sangat menyakitkan buat loe”
“gue ikut sedih na, gue ngerti perasaan loe..”
Semakin deras saja air mataku mengalir juga semakin kuat aku pegangi tangan Rara dan mereka semakin kuat memelukku.
Oh.. ya Allah cobaan apa lagi ini? Hmm,,…
“gue mau ke rumah galang sekarang juga” tegas ku.
“tapi na, sekarang galang ada di rumah sakit” kata Frisha.
“kalau gitu gue ke rumah sakit sekarang”
Aku cepat-cepat pergi dan berlari tanpa menghiraukan teriakan Rara dan Frisha.
“Rena tunggu, …”
Di rumah sakit.
“suster pasien yang bernama galang wardana di rawat di mana ya?”
“oh.. pasien baru saja dilarikan ke ruang ICU”
“hah..? oh ya kalau begitu terimakasih suster”
“iya, sama-sama”
Aku berlari sekuat tenaga, aku ingin cepat-cepat sampai di ruang ICU.
Aku ingin tau apa yang terjadi pada galang dan aku ingin meyakinkan diriku apakah galang benar-benar terkena penyakit kanker otak itu.
Sampai didepan Ruang ICU aku melihat papa dan mamahnya galang, mamahnya galang sedang menangis di pangkuan pak Bastian waradana papanya galang.
“om, tante.. galang!”
Tante linda menengadahkan wajahnya begitu juga om bastian, tante linda langsung memelukku dan menangis.
“Rena, kamu sudah tau semuanya?”
“jadi, galang benar-benar terkena penyakit itu tante?”
“iya Rena, galang… ah tante sudah tidak kuat kalau harus membahas itu lagi”
“Rena kamu harus kuat, ini sudah menjadi takdir galang” sambung om bastian.
Aku tahu kenapa om bastian berkata seperti itu, beliau pasti melihat raut wajahku yang sedih juga air mataku yang tertahan di kelopak mataku.
Tiba-tiba dokter keluar.
“bagaimana keadaan anak saya dok?” Tanya om bastian.
“kondisinya semakin memburuk, tapi kami telah berusaha semampu kami”
“jadi, apa galang bisa di sembuhkan dok?”
“itu hal yang mustahil terjadi, tapi bapak dan ibu bersabarlah juga banyak-banyak berdo’a semoga anak bapak dan ibu diberi kesembuhan”
“terimakasih dok”
“iya , kalau begitu saya permisi dulu”
“silahkan”
Aku diajak om dan tante untuk masuk dan melihat keadaan galang, aku menurut saja karena aku juga sangat merindukan galang.
Diruangan ini penuh dengan alat-alat praktek dokter, bau obat begitu menusuk hidung, disana aku melihat galang terbaring lemas dengan selang infus yang melingkar di tangannya. Sesaat dia tersenyum padaku lalu berkata.
“Rena….. hy”
Aku hanya tersenyum padanya, tenggorokanku seketika kering begitu saja tapi aku mencoba membuka mulut dan menjawab sapaan lembut pangeran tampan yang terbaring lemas di hadapanku.
“hy galang, bagaimana keadaanmu?”
“aku baik-baik saja, kau juga melihatnya bukan?”
Sungguh egois, pikirku.
Jelas aku melihatnya begitu lemas dan tak berdaya bisa-bisanya dia bilang dia tidak apa-apa. Aku benar-benar gemas padanya dalam keadaannya yang seperti ini dia masih saja merasa dirinya baik-baik saja. Huh………..
Sentuhan lembut tiba-tiba saja terasa ditanganku, tangan yang begitu kokoh itu menggenggam tanganku. Terasa hangat sampai ke dalam hati rasanya tak ingin melepaskannya lagi.
“Rena.” Desah galang begitu lirih.
“iya, galang”
“maapkan aku”
“kamu jahat galang, kenapa kamu nggak bilang sebelumnya? Kenapa?”
Galang menarik tanganku dan memelukku, sungguh aku sangat merindukan pelukan hangatnya.
“aku hanya tak ingin kamu merasa terbebani dengan penyakitku ini, tapi aku mohon laras kini kamu tau apa yang terjadi padaku dan kamu harus janji kamu akan selalu sayang padaku seperti aku yang selalu sayang padamu Rena”
Aku melepaskan pelukannya,
“sampai kapankun galang, aku akan selalu sayang padamu”
“terimakasih atas cinta dan sayangmu yang begitu tulus padaku Rena”
Galang menatap wajahku lamaaa aku juga begitu rasanya aku tak bosan menatap wajah tampan galang, perlahan dia mengusap pipiku dan tersenyum begitu manis.
“berjanjilah walau tanpaku kau harus tetap tersenyum untukku”
Tak ku sangka itu menjadi kalimat terakhir yang galang ucapkan untukku,
Matanya terpejam dan tubuhnya lemas terkapar diatas ranjang rumah sakit,
Galang meninggal,…. ya galang meninggal dihadapanku dengan tenang.
Aku ingin menjerit dan memukul galang, kenapa kau pergi dengan senyum manis sementara aku yang kau tinggalakan menangis tiada henti mengiringi kepergianmu… !!!
“GALAANNGGG jangan tinggalin aku……………………………………….”
Aku mengguncang-guncangkan tubuh kekar galang yang sudah tak bernyawa, tante linda langsung memelukku.
“laras, kita sama-sama kehilangan galang tante juga merasakan apa yang kamu rasakan tapi kamu harus sabar sayang”
“tante kenapa galang pergi? Kenapa galang ninggalin aku tante?”
“sudah sayang.. kita harus sabar”
Tangisku buyar seketika, tak ku sangka galang telah pergi meninggalkanku .
Aku menoleh ke arah om bastian, laki-laki setengah baya itu terlihat begitu sedih sambil mengusap-ngusap jasad galang anak semata wayangnya yang kini telah tiada.
Kami larut dalam kesedihan, hingga satu minggu setelah galang meninggal tante linda menemuiku.
“tante linda, ada apa?”
“tante mau menyampaikan sesuatu “
“apa itu tante?”
“ini ada surat titipan galang untukmu, sebelum dia meninggal dia menitipkan surat ini pada tante”
“surat apa ini tante?”
“tante tidak tau lebih baik kamu baca sendiri saja”
“iya, terimakasih tante”
“iya, kalau begitu tante pulang dulu”
“iya tante”
Aku penasaran apa isi surat yang di tulis galang sebelum meninggal untukku,
Aku ingin membukanya sekarang tapi aku menahannya sampai aku pulang ke rumah.
###########################
di rumah.
Aku teringat surat yang diberikan tante linda kepadaku, aku bongkar isi tas ku akhirnya aku menemukan sepucuk surat terbungkus amplop biru muda bergambar bentuk hati berwarna pink yang semakin membuatnya lebih terlihat indah dan menarik.
Perlahan aku buka isi amplop itu,
Didalamnya aku temukan secarik kertas berwarna putih bersih, dan aku mulai membaca surat itu.
Dear princess Rena,
Saat kamu membaca suratku ini aku tau aku sudah tidak ada lagi didunia yang fana ini bersamamu.
Maafkan aku Rena, aku telah lama menyembunyikan penyakitku ini, sesungguhnya aku mengidap penyakit ini sejak kelas 3 smp dulu, tapi tidak ada yang tahu tentang itu termasuk orang tuaku.
Aku menyembunyikannya sendirian, aku tahu aku bodoh tapi aku juga sadar suatu saat aku pasti akan mati makannya aku biarkan penyakitku terus bersarang, tahukah kamu sejak smp dulu aku sering memperhatikanmu dari kejauhan?? aku memang sudah menyukaimu dari smp dulu.
Aku menyembunyikan penyakitku karna hal itu, aku ingin memilikimu sekali saja dalam hidupku dan merasakan cinta itu sebelum aku mati, aku juga nggak mau dikasihani orang karna penyakitku.
Dan semua itu akhirnya terwujud, aku sempat memilikimu sebelum aku pergi.
Aku sangat bahagia walau itu hanya 1 tahun, memang tak bisa membayar semua perjuanganku menunggu dan mengejar cintamu tapi aku bahagia akhirnya perjuanganku berbuah hasil walau memang tak lama tapi disana, di tempat peristirahatanku yang terakhir aku bisa tenang karna aku sempat memilikimu.
Rena..
Cinta kita terhalang oleh dunia kita yang berbeda, sekarang aku telah berada didunia lain. Penyakitku telah merenggut semuanya dariku, tapi aku mohon padamu Rena jangan pernah membenciku karna kebohongan ku.
Dan Tetaplah hidup untukku, karna disetiap hembus nafasmu aku ada karna disetiap detak jantungmu aku ada.
Kini rohku telah menyatu dengan alam dan aku akan selalu hidup didalam hatimu untuk selamanya.
Memang tak sempat ku utarakan lewat kata-kata tapi lewat surat ini aku ingin mengungkapkannya padamu, sesungguhnya cintaku sangat besar padamu dan aku bahagia akhirnya mimpiku bisa terwujud karena kamu telah menjadi cinta terakhir untukku hingga aku mati !!
Rena ..
Aku bahagia sempat memilikimu walau sesaat aku sangat bahagia, biarkan aku tenang disini dengan cintamu.
Carilah penggantiku, bahagialah untukku, karena bahagiamu adalah kebahagiaan untukku.
Biarlah cinta kita berdua hanya akan menjadi CINTA DALAM HATI, yang pernah terpaut namun terpisahkan oleh maut.
You’re love
Galang waradana
Aku menutup kembali surat itu dan memasukannya ke dalam amplop, surat itu benar-benar membuatku merasa hidup kembali.
Aku berjanji padamu Galang, aku akan tetap hidup dan aku akan terus tersenyum untukmu.
“aku tahu kenyataan terkadang tak sejalan dengan keinginan dan harapan hidup, namun dibalik semuanya ada secercah hikmah dan kebahagiaan yang tak terduga. Aku menerima kenyataan hidup ini yang membuatku sulit, namun karna kesulitan itulah aku mulai mengerti arti kehidupan yang sebenarnya.
Aku telah berjanji pada cinta yang aku cintai bahwa aku akan terus selalu hidup dengan senyuman, maka aku akan mulai hidup dari awal lagi dan menyimpan cinta itu untuk cintaku yang baru,
Dan aku akan selalu berdo’a semoga cintaku yang telah pergi menghilang akan tetap bahagia disana seperti aku yang akan selalu tersenyum untuk kehidupanku yang baru ”
~SELESAI~
Rabu, 09 Maret 2011
Hujan dan petir
Hujan ,, di saat hujan datang ada yang mengartikannya sebagai sebuah anugrah atau rezeky dari yang maha kuasa namun disisi lain ada juga yang mengartikannya sebagai halangan untuk mereka melakukan aktifitasnya sehari-hari .hujan memang terkadang menguntungkan tapi juga terkadang merugikan tergantung orang yang menilainya.
Hujan memang bisa jadi penghalang tapi tanpa hujan mungkin kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita bila persediaan air dibumi menipis , yang bisa di bilang kekeringan. Seharusnya juga kita tidak terlalu menyalahkan hujan karena hujan jugalah yang telah membuat hidup ini terasa lebih indah dan berwarna juga hujan pulalah yang telah membantu kita bertahan hidup tanpa kekurangan air juga pasokan makanan , toh tanpa hujan tanaman takkan tumbuh sempura bukan?
Setiap hujan datang aku selalu merasa ada teman yang begitu sangat mengerti tentang perasaanku saat ini, iyaa hujan adalah teman terbaik yang begitu mengerti tentang diri kita. J
Mungkin itu hanya pendapatku saja tapi memang hujan sangat berarti bagiku, hujan membantuku menghapus segala masalah yang melandaku saat ini, setiap tetes hujan yang turun, setiap butir air yang terjatuh itu bagaikan penghapus luka dihatiku yang selalu mendorongku untuk ikut meneteskan air mata,
Semakin deras hujan itu turun, maka semakin deras pula air mataku mengalir dan semakin lama aku menatap hujan dengan mata sembab aku mulai bangkit dan bisa memulai lagi dari awal juga melupakan semua rasa sakitku saat itu. J
Dan aku sangat bahagia dimana saat hujan mulai reda dan hatiku mulai tenang disana…………… di atas, di langit itu terlukis pelangi yang indah dengan warna-warna indahnya yang berpadu seolah tersenyum menyapaku, aku mulai bisa tersenyum lagi saat itu. J
Hujan begitu sangat mengerti tentang perasaanku, aku selalu merindukan saat hujan turun apalagi disaat gerimis aku sangat menyukai gerimis di sore hari, yang tergambar begitu indah dibenakku J
Semua orang bingung, mengapa aku begitu sangat menyukai hujan? Aku hanya tersenyum dan berkata “karena senyumku ada dibalik hujan”, iyaa.. hanya kalimat itu yang ku jadikan alas an mengapa aku begitu sangat menyukai hujan .
*******************************************************
Sore itu hujan turun lagi, namun sayang aku tak bisa lama-lama menatap butir demi butir air hujan yang turun.
Petir.. dia selalu menggangguku disaat aku ingin bermain bersama hujan yang turun.
“aku takut petir, aku nggak suka petir, aku benci petir”
Kenapa disaat hujan turun harus ada petir?
Bukankah lebih indah jika hujan tidak dihiasi dengan percikan cahaya menakutkan yang berujung suara gemuruhnya yang menakutkan?
Aku memang tak bisa mengelakkan hal itu, hujan takkan sempurna tanpa petir sama halnya dengan kehidupan tanpa ada konflik atau perseteruan nggak afdol rasanya (jiaahh,,)
Tapi kenapa coba harus ada petir?
Petir itu menggangguku saat aku ingin berkhayal dibawah hujan dan mencurahkan isi hatiku kepada hujan, aku selalu dibuat jengkel olehnya.
Aku memang takut petir tapi aku juga benci pada petir……………..
Hhhhhhhuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!
Dan aku paling benci disaat semua orang bertanya kenapa aku sangat membenci petir? Dan aku seakan tak bisa menjawab apa-apa, aku nggak tau karna apa aku membencinya . mungkin karna dia selalu mengambil posisiku di depan hujan yang aku kagumi.
Apa sih bagusnya petir? Apa sih gunanya petir? Untuk apa sih petir itu harus ada? Apa petir pacarnya hujan? Kenapa harus petir yang selalu mendampingi hujan?
Petir jika saja aku dapat bicara denganmu aku mohon tolong jangan muncul disaat aku ingin bersama hujan yang sangat aku kagumi itu, aku hanya sesekali bisa bersama hujan tapi kamu petir setiap saat, setiap waktu, setiap hari kamu selalu bisa bersama hujan tidak seperti aku,. L
Aku memang membencimu petir tapi apa aku tidak boleh meminta satu hal itu.?
Ugh,,, tetap saja aku hanya berkhayal.
Mana bisa petir mengerti maksudku? Berarti aku harus tetap berbagi dengan petir untuk bisa bersama dengan hujan tapi aku tak suka saat petir selalu mengambil jatah aku untuk bersama hujan L
Ih,, petir memang menyebalkan, aku tetap membencimu petir dan kamu akan tetap menjadi sainganku untuk bisa bersama hujan. Kecuali jika aku sekarang bisa bersama seseorang yang aku sayang mungkin aku takkan membencimu petir karna adanya kamu aku bisa memeluk orang itu tapi sayang dia tak ada jadi, kita tetap berperang petir J
Dan aku yang akan menang untuk bisa bersama hujan. J
Cerpen : 29 Hari
Aku memanggilnya “kakak”. Semenjak aku mengenalnya aku merasakan perasaan yang lain dan tak bisa ku utarakan dengan kata-kata yang pasti.
29 hari bersamanya membuat aku merasa bahwa masih ada orang yang mau menyayangi aku dengan tulus, begitu juga dengan aku, aku merasa benar-benar menyayangi seseorang dengan tulus.
40 menit sehari aku luangkan waktu untuk bisa bicara dengannya, mungkin memang tidak setiap hari tapi aku sangat bahagia saat ku dengar suaranya yang membuatku selalu merasa nyaman di dekatnya.
Hari demi hari terus berganti, semakin hari aku semakin menyayanginya walau terkadang dia selalu membuatku merasa jengkel, gelisah, marah, tapi semua itu membuatku selalu ingin berada didekatnya, dan entah mengapa dia selalu bisa membuatku tertawa bahkan senyum-senyum sendiri karenanya.
Aku mengaguminya, sungguh………
Hanya dia yang bisa membuatku seperti ini, dilanda rasa yang berbeda dari sebelumnya, aku tak ingin melepasnya takkan pernah ingin pergi dari hidupnya aku ingin selalu ada bersamanya disini.
Iyaa,, aku sangat menyayanginya.
Aku merasa rasa ini takkan pernah pudar untuknya, aku merasa ingin bersama dengannya bahagia selamanya,,,, itu harapanku!
Tapi sepertinya aku tidak akan pernah mendapatkan dan meraih semua harapan dan mimpi-mimpiku itu .
10 hari yang lalu dia menghilang, pergi meninggalkanku sendiri disini tanpa sebab tanpa alasan tanpa penjelasan dia pergi.
Dan aku tak pernah tau apa yang membuatnya pergi dariku dan meninggalkanku sendiri, apa aku bersalah? Apa yang membuatmu pergi dariku? Kenapa kamu pergi? Kenapa tak ada kabar? Kenapa kau tidak bicara dulu padaku? KKEEENNAAAPPPAAAA ????........
Aku menangiss , yaa.. aku menangis!
Setiap saat aku mengingatnya aku selalu menangis, SAKIT RASANYA, SSSAAAAKKKIIIITTT,,,,! Aku tak ingin kehilangan dia tapi kenapa ini harus terjadi.
Dalam 10 hari terakhir aku coba menghubunginya, TAK ADA RESPON sama sekali, aku mencoba sabar tapi tetap saja tak ada kabar darinya.
Sampai saat ini aku masih diam menunggunya, menanti dan berharap semoga dia akan kembali lagi padaku dan kembali menghiasi hari-hariku yang saat ini kembali lagi suram setelah kepergian dirinya.
Masih teringat sampai saat ini ,, saat dia bernyanyi untukku. Dan masih teringat kalimat yang dia ucapkan untukku “MESKI UMURMU MASIH MUDA TAPI FIKIRANMU HARUS DEWASA DAN MESKIPUN KITA JAUH, JANGAN PERNAH BERFIKIR MACAM-MACAM” lalu apa maksud dari ucapannya itu? seolah-olah dia takkan pergi tapi kenapa dia pergi? Yaa…. Dia pergi dan itu mungkin menjadi hubungan terakhir aku dengannya.
Dengarkan aku, kau yang ku panggil “kakak” aku menyayangimu, dan saat ini aku sangat merindukanmu ……………….!!!
**************************************************************************************************************
##################################
Terimakasih kau telah memberikan sesuatu yang indah dalam waktu 29 hari itu dan terimakasih juga kau telah mengajarkanku tentang kesetiaan dan kesabaran,
Rasa yang saat ini aku pendam akan selalu aku simpan dalam hati dan berharap semoga suatu hari nanti kita akan bertemu kembali. Memang sakit melepasmu pergi tapi jika memang ini yang terbaik untukmu juga hidupmu aku akan mencoba melupakan dan melepaskanmu pergi selamanyaa…
Namun jangan salahkan aku jika aku tak bisa menghapus rasa sayang ku kepadamu untuk selamanyaaa………
Jika aku punya kesempatan aku ingin kau tau dan aku ingin semua orang di seluruh dunia tau Bahwa……………
“AKU SAYANG KAMU, SELAMANYA”
KAKAK………………………….
I can always be waiting for you :*
To : “E***”
29 hari bersamanya membuat aku merasa bahwa masih ada orang yang mau menyayangi aku dengan tulus, begitu juga dengan aku, aku merasa benar-benar menyayangi seseorang dengan tulus.
40 menit sehari aku luangkan waktu untuk bisa bicara dengannya, mungkin memang tidak setiap hari tapi aku sangat bahagia saat ku dengar suaranya yang membuatku selalu merasa nyaman di dekatnya.
Hari demi hari terus berganti, semakin hari aku semakin menyayanginya walau terkadang dia selalu membuatku merasa jengkel, gelisah, marah, tapi semua itu membuatku selalu ingin berada didekatnya, dan entah mengapa dia selalu bisa membuatku tertawa bahkan senyum-senyum sendiri karenanya.
Aku mengaguminya, sungguh………
Hanya dia yang bisa membuatku seperti ini, dilanda rasa yang berbeda dari sebelumnya, aku tak ingin melepasnya takkan pernah ingin pergi dari hidupnya aku ingin selalu ada bersamanya disini.
Iyaa,, aku sangat menyayanginya.
Aku merasa rasa ini takkan pernah pudar untuknya, aku merasa ingin bersama dengannya bahagia selamanya,,,, itu harapanku!
Tapi sepertinya aku tidak akan pernah mendapatkan dan meraih semua harapan dan mimpi-mimpiku itu .
10 hari yang lalu dia menghilang, pergi meninggalkanku sendiri disini tanpa sebab tanpa alasan tanpa penjelasan dia pergi.
Dan aku tak pernah tau apa yang membuatnya pergi dariku dan meninggalkanku sendiri, apa aku bersalah? Apa yang membuatmu pergi dariku? Kenapa kamu pergi? Kenapa tak ada kabar? Kenapa kau tidak bicara dulu padaku? KKEEENNAAAPPPAAAA ????........
Aku menangiss , yaa.. aku menangis!
Setiap saat aku mengingatnya aku selalu menangis, SAKIT RASANYA, SSSAAAAKKKIIIITTT,,,,! Aku tak ingin kehilangan dia tapi kenapa ini harus terjadi.
Dalam 10 hari terakhir aku coba menghubunginya, TAK ADA RESPON sama sekali, aku mencoba sabar tapi tetap saja tak ada kabar darinya.
Sampai saat ini aku masih diam menunggunya, menanti dan berharap semoga dia akan kembali lagi padaku dan kembali menghiasi hari-hariku yang saat ini kembali lagi suram setelah kepergian dirinya.
Masih teringat sampai saat ini ,, saat dia bernyanyi untukku. Dan masih teringat kalimat yang dia ucapkan untukku “MESKI UMURMU MASIH MUDA TAPI FIKIRANMU HARUS DEWASA DAN MESKIPUN KITA JAUH, JANGAN PERNAH BERFIKIR MACAM-MACAM” lalu apa maksud dari ucapannya itu? seolah-olah dia takkan pergi tapi kenapa dia pergi? Yaa…. Dia pergi dan itu mungkin menjadi hubungan terakhir aku dengannya.
Dengarkan aku, kau yang ku panggil “kakak” aku menyayangimu, dan saat ini aku sangat merindukanmu ……………….!!!
**************************************************************************************************************
##################################
Terimakasih kau telah memberikan sesuatu yang indah dalam waktu 29 hari itu dan terimakasih juga kau telah mengajarkanku tentang kesetiaan dan kesabaran,
Rasa yang saat ini aku pendam akan selalu aku simpan dalam hati dan berharap semoga suatu hari nanti kita akan bertemu kembali. Memang sakit melepasmu pergi tapi jika memang ini yang terbaik untukmu juga hidupmu aku akan mencoba melupakan dan melepaskanmu pergi selamanyaa…
Namun jangan salahkan aku jika aku tak bisa menghapus rasa sayang ku kepadamu untuk selamanyaaa………
Jika aku punya kesempatan aku ingin kau tau dan aku ingin semua orang di seluruh dunia tau Bahwa……………
“AKU SAYANG KAMU, SELAMANYA”
KAKAK………………………….
I can always be waiting for you :*
To : “E***”
Sabtu, 05 Maret 2011
Sahabat
Sahabat,,,
Tidak ada kebaikan seperti seseorang yang bisa berbagi bahagiamu, rahasiamu, harapanmu, dan perhatianmu seseorang yang mampu melewati tawa dan airmata yang selalu ada di sampingmu sepanjang waktu.
Selalu siap setiap saat menjagamu melewati hari-harimu, memegangimu saat kamu lemah, membantumu menemukan apa yang kamu cari, menesat airmatamu saat kamu menangis, menyemangatimu saat rintangan menghadang, selalu di sana, saat dingin maupun panas hanya untuk mengatakan, kanulah sahabatku.
Persahabatan adalah rantai emas, mata rantainya adalah kasih sayang, bagai permata yang langka dan mahal begitu berharga setiap tahunnya.
Aku berharap bahwa saat ini kebersamaan selalu menyertai kita menghindari kekosongan jiwa saat sendiri melewati suk dan duka bersama-sama.
Aku hanya mempunyai satu harapan bahwa tahun ini segalanya akan membaik menjadi bagian dari sebuah persahabatan mereguk kebahagiaan walau hanya setitik.
Jumat, 04 Maret 2011
Kumpulan kata-kata mutiara
• Jika kecantikan adalah waktu maka kamu adalah keabadian
• Mimpi membuat kita jauh dari kenyataan,
Tapi kenyataan takkan ada tanpa impian
Jangan cintai seseorang karena kesempurnaannya
Tapi buatlah dia merasa sempurna
Dengan cinta yang kamu berikan kepadanya
• Kamu tidak pernah tahu
Apa yang kamu miliki
Sampai kamu kehilangan Dan sekali kamu kehilangan
Kamu tidak akan pernah mendapatkannya kembali
• Cinta tak dapat di sembunyikan
Dari mata orang
Yang sedang jatuh cinta
• Cinta itu ibarat kupu-kupu
Semakin di kejar
Semakin menghindar
Jika kau biarkan terbang
Maka ia akan menghampirimu.
• Aku tidak menyesali apapun,
Yang baik dan buruk
Sudah ada di hidupku
Aku tidak menyesali apapun,
Semua yang telah terjadi padaku
Aku tidak peduli dengan masa lalu
Aku akan mulai lagi dari awal
• Lebih baik jujur walau itu menyakitkan
Dari pada menyimpan kebohongan
• Mimpi membuat kita jauh dari kenyataan,
Tapi kenyataan takkan ada tanpa impian
Jangan cintai seseorang karena kesempurnaannya
Tapi buatlah dia merasa sempurna
Dengan cinta yang kamu berikan kepadanya
• Kamu tidak pernah tahu
Apa yang kamu miliki
Sampai kamu kehilangan Dan sekali kamu kehilangan
Kamu tidak akan pernah mendapatkannya kembali
• Cinta tak dapat di sembunyikan
Dari mata orang
Yang sedang jatuh cinta
• Cinta itu ibarat kupu-kupu
Semakin di kejar
Semakin menghindar
Jika kau biarkan terbang
Maka ia akan menghampirimu.
• Aku tidak menyesali apapun,
Yang baik dan buruk
Sudah ada di hidupku
Aku tidak menyesali apapun,
Semua yang telah terjadi padaku
Aku tidak peduli dengan masa lalu
Aku akan mulai lagi dari awal
• Lebih baik jujur walau itu menyakitkan
Dari pada menyimpan kebohongan
Semua karna cinta
“kita bisa ketemu?”
“kamu udah kangen ya? Tumben banget minta ketemu hari gini. Biasanya kamu cuma punya waktu buat aku weekend doang.”
“jadi, ga bisa? Ada yang mau aku omongin tentang kita. Penting.”
“ok. Ga usah ngambek gitu dong sayang. Mo ketemu dimana?”
Diam sebentar. Sepertinya cowok bersuara parau ditelpon itu sedang berpikir.
“kamu ke rumah aku aja. Tunggu disana sampe aku pulang dari kantor.”
“ada mama di rumah?”
“kayaknya. Sejam lagi kamu berangkat, dan tunggu aku. Mungkin aku agak telat.”
“oke bos!”
Bertemu pacar adalah saat-saat yang paling dinantikan Aurel setiap akhir minggu. Dengan alasan mencapai kemapanan masa depan yang terbaik, sang pacar tidak mau diganggu oleh recetnya masalah pacaran selama hari kerja. Dan Aurel mengerti betul bagaimana sikap Adrian yang seperti itu. toh pacarnya itu adalah tipe pacar yang sudah hampir tidak ada lagi di muka bumi ini, jarang, bahkan mungkin Adrian adalah satu-satunya spesies cowok sempurna di dunia. Baik, good looking, pengertian, romantis, setia, jujur. Apalagi?
Satu jam adalah waktu yang sangat sebentar bagi hampir semua kebanyakan keturunan hawa untuk bersiap menghadapi calon mertua. Biasanya Aurel menghabiskan 2 jam untuk mandi, ½ jam untuk memilih pakaian, dan 1 jam lagi untuk merias diri. Tapi kini semua waktu itu harus dipangkas menjadi 1 jam saja. Setengah jam mandi, 10 menit memilih pakaian, dan 20 menit berdandan. Aurel pun siap.
Harusnya dalam 40 menit Aurel bisa tiba di rumah Adrian. Tapi karna ini adalah jam pulang kerja, yang berarti 70% masyarakat ada di jalan, butuh 1 ½ jam untuk sampai. Jalan raya yang sudah diperlebar pun tidak begitu berarti dalam mengatasi kemacetan. Dia jadi ingat komentar pedas Adrian tentang jalanan di kota depok ini.
“biar selebar apapun jalanannya, tetep aja bakal macet kalo para pengguna jalannya ga pernah dilebarin otaknya!” komentar pedas Adrian itu berlanjut ke teorinya tentang siapa dalang dibalik kemacetan depok. Angkot.
Aurel ingat ada debat kecil waktu itu.
“kok kamu bisa ngomong gitu yank?”
“apalagi coba!?”
“yaa.. aku bukannya ga setuju ama kamu. Tapi kan bukan cuma angkot doang yang bikin macet.”
“sekarang coba kamu pikir deh yank, jalanan depok tuh lebarnya udah lumayan, tapi kalo ada satu angkot aja yang ngetem di pinggir jalan, bisa bikin macet dari ujung ke ujung.” Sedikit nada emosi terdengar. “dan parahnya lagi, semua orang tuh nggak ngelakuin apa-apa. Sopir angkotnya masa bodoh ama kemacetan yang dia bikin demi duit 3000 perak. Polisi juga nggak bisa jadi penertib yang tertib.” Adrian meneruskan.
“ya udah ah yank. Aku ga mau berantem cuma gara-gara sopir angkot yang sama sekali ga aku kenal.”
Sadar akan sindiran pacarnya yang cantik, Adrian tersipu. “maaf.”
“udah sampe mbak”
Teguran supir taksi si burung biru mengaburkan lamunannya. Ternyata Aurel sudah berada di depan gerbang rumah Adrian. Rumah bertingkat dua yang didominasi oleh warna yang nyentrik dibanding rumah-rumah tetangganya, atau bahkan dibandingkan dengan kebanyakan rumah di Indonesia. Kebanyakan rumah disini di cat putih, sedang rumah Adrian adalah krem, hijau, biru, dan coklat.
Dari balik gerbang Aurel bisa melihat mobil Adrian. Itu berarti dia sudah terlambat. Setelah memberikan selembar seratus ribuan, Aurel berlari kecil ke dalam.
“maaf aku telat.”
“gapapa. Aku juga belom lama pulang koq.” Sekarang mereka berdua sudah duduk di bagian belakang rumah Adrian. Di pinggir kolam renang. Disitu memang ada semacam pondok kecil berisi beberapa kursi, 2 meja kecil, dan dapur. Seperti dapur kedua mungkin.
“maaf juga aku cuma kayak gini.” Aurel merasa sadar dengan penampilannya yang biasa aja mengingat dia cuma mengenakan rok bermotif polkadot hitam-putih selutut dan t-shirt coklat bergambar kucing yang ditutupi oleh blazer putih.
“kamu, cantik banget malam ini. Sederhana tapi mempesona.”
“jadi, apa yang mau kamu omongin?”
Sekitar jam 11 ketika Aurel membuka pintu kamarnya. Keras suara dari pintu kayu yang terbanting menyamarkan suara isak tangisnya. Setelah mengunci pintu kamarnya, dia melempar tas panda yang tadi diberikan, bukan, dikembalikan Adrian sebelum dia pulang.
Lagu Tormented dari Killing Me Inside terdengar keras menguasai isi kamar Aurel. Setelah berganti pakaian dengan baju tidurnya, dia duduk di sofa berbentuk laptop, dan mulai mengingat apa yang sudah dilaluinya malam ini.
“putus!? Kamu mendadak minta aku datang ke rumah kamu dalam waktu satu jam, bilang aku sangat cantik malam ini, tapi kamu minta putus!!???”
Adrian diam.
“kenapa kamu diam? Kamu punya alasan yang bagus kenapa mutusin aku??”
Kembali diam. Tidak ada jawaban.
“jawab!!” kemarahan Aurel meledak. Begitupun dengan tangisannya.
“aku punya satu. Satu alasan bagus kenapa kita harus mengakhiri semua ini. Hubungan kita. Tapi sayangnya, aku nggak bisa bilang itu apa.” Adrian menjelaskan dengan suara parau. Kemudian dia mengambil sebuah tas berbentuk panda. Aurel ingat dia yang membelikan itu untuk Adrian dulu, saat anniversary mereka yang pertama, 4 tahun lalu.
“aku balikin tas ini. Dan aku isi dengan semua kenangan kita. Aku mau kamu bawa tas itu pulang, dan tolong kamu simpen, jangan dibuang. Dan kamu pulang, sekarang.”
“what!!??? Kamu ngusir aku??”
“satu lagi, kamu harus tau kalo aku sayang banget sama kamu. Dan keputusan aku sekarang, adalah yang terbaik.”
“nggak begini seharusnya kamu memperlakukan orang yang kamu sayang banget. Nggak begini seharusnya cara kamu memperlakukan aku.”
Air mata Aurel semakin banyak yang menetes melewati pipi tembemnya dan turun ke bantal berbentuk anjing berwarna coklat dengan bordiran yang tertulis nama LEPI, anjingnya yang meninggal karna sakit. Adrian yang membelikan bantal yang sedang dipeluknya itu agar Aurel tidak sedih lagi. Saat itu Aurel sangat terpukul melihat Lepi sekarat dihadapannya, dan mati tanpa dia bisa melakukan apa-apa. Waktu itu Adrian berjanji kalau dia nggak akan membiarkan Aurel merasakan itu lagi. Perasaan tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya diam menyaksikan sesuatu, atau seseorang, yang dicintainya akan meninggalkannya.
2 tahun setelah tragedy itu Aurel mulai bisa melupakan kekurangajaran Adrian. Walaupun dia masih belum bisa mengganti sosoknya. Walaupun beberapa temannya bisa menyemangati dia untuk terus move on, melupakan Adrian, dan mencari penggantinya, Aurel masih belum bisa.
Adrian masih terlalu hebat.
Walaupun dia telah meninggalkannya.
Walaupun dia telah menyakitinya.
Walaupun.. sekarang sudah ada Derry. Cowok yang selama ini berusaha untuk menggantikan posisi Adrian di hatinya.
Sampai akhirnya Aurel mulai luluh akan perjuangan Derry. Dan disaat yang bersamaan, Derry juga menyatakan perasaannya kepada Aurel. Pada malam tanggal 14 februari 2008, valentine. Dan jawabannya adalah..
“ya.”
Mulai malam itu, Aurel dan Derry menjadi sepasang kekasih.
Mulai malam itu, Aurel melupakan Adrian.
Derry mengantar Aurel ke depan rumahnya tepat pukul 11 malam. Sebuah ciuman manis di kening menutup malam indah itu.
Memasuki kamarnya, Aurel sudah berniat membuang semua hal yang mengingatkan kepada Adrian. Semua! Dia memasukan semua kenangan manis itu kedalam 2 buah dus aqua bekas. Dan disanalah dia melihat benda itu, tas panda itu. yang dikembalikan Adrian malam itu. Dia sudah menempatkan 2 dus kenangannya bersama Adrian ditempat yang pantas, tempat sampah. Dan tas panda ini seperti sengaja ditinggalkan takdir untuk dibuka, dan dikenang isinya.
Teronggok tak berarti di antara lemari buku dan lemari baju di sebelah kanan kamarnya. Tidak berdebu memang, tapi sama sekali tak tersentuh sejak 2 tahun lalu. Tanpa sadar, tangan Aurel membuka resleting tas tersebut. Tapi, bukannya benda-benda yang bisa membuatnya mengingat masa pacaran mereka dulu, yang ada di dalamnya hanya dua lembar surat, dan sebuah kaset rekaman video.
Satu surat berisi hasil laboratorium, yang menyatakan bahwa Adrian adalah positif mengidap AIDS. Dan satu surat lagi berisi penjelasan dari Adrian.
Tentang kenapa dia memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka.
Tentang bagaimana dia bisa terinfeksi penyakit itu.
Dan kenapa dia melakukan hal itu, 2 tahun lalu.
Adrian ternyata adalah pengguna narkoba. Dan alasannya adalah untuk melupakan sejenak masalah-masalah dalam pekerjaannya, dan keluarganya. Setelah dia membaca hasil laboratorium, dia memutuskan untuk tetap menjaga janjinya kepada Aurel. Untuk tidak membiarkan perasaan tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya diam menyaksikan sesuatu, atau seseorang, yang Aurel sayangi meninggalkannya.
Dan didalam rekaman video itu, ada semua kenangan mereka bersama. Dia memasukkan semua rekaman tentang mereka, menambahkan dengan merekam barang-barang kenangan mereka, dan diakhiri dengan rekaman Adrian sendiri.
“sayang, maaf ya aku kayak gini. Aku bener-bener nggak ingin kita berpisah, tapi ini harus. Aku nggak mau kamu kenapa-napa karna aku. Dan aku juga nggak mau kejadian Lepi keulang lagi. Karna aku yakin kamu nggak bakal bisa ngelakuin apapun. Pasti sekarang kamu marah, dan nangis, karna aku. Maafin aku ya. aku mohon kamu bisa ngerti.”
Aurel menangis.
“Dan soal hasil lab itu, aku juga minta kamu nggak marah. Aku.. aku.. tertekan banget yank..”
Adrian pun terlihat menangis juga, di dalam rekaman itu.
“kamu tau kenapa aku sama sekali nggak mau diganggu selama hari kerja? Karna semua orang dikantor tuh berharap banget aku bisa melakukan yang terbaik, setiap hari! Aku tuh kayak sapi perah dikantor. Mereka tau aku berpotensi, aku asset mereka, dan mereka cuma ngandelin aku. Dan kamu tau kenapa aku ga berhenti aja?? Karna mama! Mama pengen banget aku berhasil. Dia selalu, dan setiap hari, menuntut aku untuk tetap bekerja. Tempat dimana dia juga dulu kerja! Makanya aku nunggu banget tiap weekend sama kamu. Walaupun Cuma sekedar nonton, makan, jalan-jalan malam, atau sekedar maen monopoli di rumah kamu, aku senang. Aku bahagia. Dengan keterbatasan waktu kita, kamu memberi aku seasuatu. Sesuatu untuk tetap bertahan sampai weekend selanjutnya. Tapi semakin kesini, sesuatu itu nggak cukup. Dan aku nggak mau terus-terusan ngerepotin kamu. Jadi maaf kalo malam ini, tadi, aku jadi cowok yang brengsek banget. Dan terima kasih, untuk semuanya.”
Setelah membaca itu, dia turun ke ruang tamu, duduk di ruang tamu, dan mencoba menghubungi Adrian. Ponselnya tidak aktif. Telpon ke rumah? Jam segini?? Masa bodoh! Dia harus berbicara dengan Adrian.
“halo.” Itu suara mamanya Adrian.
“halo. Malam tante, ini Aurel.”
“kamu!? Ngapain kamu telpon malem-malem gini??”
“saya mau bicara sama Adrian tante. Penting banget!”
“mau bicara apa kamu sama Adrian?”
“saya.. saya.. baru baca surat dari Adrian tante. Dan saya mau bicara sama dia.”
“surat? Surat yang ada di dalam tas panda? Kamu baru menemukannya setelah 4 tahun!! Terlambat!”
“terlambat? Maksud tante??”
“Adrian sudah nggak ada. Dia sudah meninggal setaun setelah pertemuan terakhir kamu. Karna penyakitnya itu.”
Saat itu juga, saat kenyataan menyerang Aurel, dunianya seakan runtuh. Dia terlambat.
“seminggu setelah kalian terakhir bertemu, Adrian pindah ke bandung ditemani Alvin yang sengaja tante suruh pulang dari Manado untuk menemani abangnya.” Sekarang mereka berdua menangis.
“dan setaun kemudian..”
Lebih dari satu jam Aurel berbicara dengan mamanya Adrian di telpon. Dan yang dihubungi memberikan semua informasi yang Aurel minta. Juga pesan terakhir Adrian untuk Aurel.
Dia menunggu Aurel menemukan pesan tersebut. Dan karna begitu lamanya dia menunggu, dia menyerah. Adrian hanya berharap Aurel tidak membuang si panda. Dan Adrian juga berharap kalaupun Aurel menemukan pesan tersebut, dia tidak terlalu bersedih. Dia ingin Aurel tetap melanjutkan hidup tanpanya.
“kamu udah kangen ya? Tumben banget minta ketemu hari gini. Biasanya kamu cuma punya waktu buat aku weekend doang.”
“jadi, ga bisa? Ada yang mau aku omongin tentang kita. Penting.”
“ok. Ga usah ngambek gitu dong sayang. Mo ketemu dimana?”
Diam sebentar. Sepertinya cowok bersuara parau ditelpon itu sedang berpikir.
“kamu ke rumah aku aja. Tunggu disana sampe aku pulang dari kantor.”
“ada mama di rumah?”
“kayaknya. Sejam lagi kamu berangkat, dan tunggu aku. Mungkin aku agak telat.”
“oke bos!”
Bertemu pacar adalah saat-saat yang paling dinantikan Aurel setiap akhir minggu. Dengan alasan mencapai kemapanan masa depan yang terbaik, sang pacar tidak mau diganggu oleh recetnya masalah pacaran selama hari kerja. Dan Aurel mengerti betul bagaimana sikap Adrian yang seperti itu. toh pacarnya itu adalah tipe pacar yang sudah hampir tidak ada lagi di muka bumi ini, jarang, bahkan mungkin Adrian adalah satu-satunya spesies cowok sempurna di dunia. Baik, good looking, pengertian, romantis, setia, jujur. Apalagi?
Satu jam adalah waktu yang sangat sebentar bagi hampir semua kebanyakan keturunan hawa untuk bersiap menghadapi calon mertua. Biasanya Aurel menghabiskan 2 jam untuk mandi, ½ jam untuk memilih pakaian, dan 1 jam lagi untuk merias diri. Tapi kini semua waktu itu harus dipangkas menjadi 1 jam saja. Setengah jam mandi, 10 menit memilih pakaian, dan 20 menit berdandan. Aurel pun siap.
Harusnya dalam 40 menit Aurel bisa tiba di rumah Adrian. Tapi karna ini adalah jam pulang kerja, yang berarti 70% masyarakat ada di jalan, butuh 1 ½ jam untuk sampai. Jalan raya yang sudah diperlebar pun tidak begitu berarti dalam mengatasi kemacetan. Dia jadi ingat komentar pedas Adrian tentang jalanan di kota depok ini.
“biar selebar apapun jalanannya, tetep aja bakal macet kalo para pengguna jalannya ga pernah dilebarin otaknya!” komentar pedas Adrian itu berlanjut ke teorinya tentang siapa dalang dibalik kemacetan depok. Angkot.
Aurel ingat ada debat kecil waktu itu.
“kok kamu bisa ngomong gitu yank?”
“apalagi coba!?”
“yaa.. aku bukannya ga setuju ama kamu. Tapi kan bukan cuma angkot doang yang bikin macet.”
“sekarang coba kamu pikir deh yank, jalanan depok tuh lebarnya udah lumayan, tapi kalo ada satu angkot aja yang ngetem di pinggir jalan, bisa bikin macet dari ujung ke ujung.” Sedikit nada emosi terdengar. “dan parahnya lagi, semua orang tuh nggak ngelakuin apa-apa. Sopir angkotnya masa bodoh ama kemacetan yang dia bikin demi duit 3000 perak. Polisi juga nggak bisa jadi penertib yang tertib.” Adrian meneruskan.
“ya udah ah yank. Aku ga mau berantem cuma gara-gara sopir angkot yang sama sekali ga aku kenal.”
Sadar akan sindiran pacarnya yang cantik, Adrian tersipu. “maaf.”
“udah sampe mbak”
Teguran supir taksi si burung biru mengaburkan lamunannya. Ternyata Aurel sudah berada di depan gerbang rumah Adrian. Rumah bertingkat dua yang didominasi oleh warna yang nyentrik dibanding rumah-rumah tetangganya, atau bahkan dibandingkan dengan kebanyakan rumah di Indonesia. Kebanyakan rumah disini di cat putih, sedang rumah Adrian adalah krem, hijau, biru, dan coklat.
Dari balik gerbang Aurel bisa melihat mobil Adrian. Itu berarti dia sudah terlambat. Setelah memberikan selembar seratus ribuan, Aurel berlari kecil ke dalam.
“maaf aku telat.”
“gapapa. Aku juga belom lama pulang koq.” Sekarang mereka berdua sudah duduk di bagian belakang rumah Adrian. Di pinggir kolam renang. Disitu memang ada semacam pondok kecil berisi beberapa kursi, 2 meja kecil, dan dapur. Seperti dapur kedua mungkin.
“maaf juga aku cuma kayak gini.” Aurel merasa sadar dengan penampilannya yang biasa aja mengingat dia cuma mengenakan rok bermotif polkadot hitam-putih selutut dan t-shirt coklat bergambar kucing yang ditutupi oleh blazer putih.
“kamu, cantik banget malam ini. Sederhana tapi mempesona.”
“jadi, apa yang mau kamu omongin?”
Sekitar jam 11 ketika Aurel membuka pintu kamarnya. Keras suara dari pintu kayu yang terbanting menyamarkan suara isak tangisnya. Setelah mengunci pintu kamarnya, dia melempar tas panda yang tadi diberikan, bukan, dikembalikan Adrian sebelum dia pulang.
Lagu Tormented dari Killing Me Inside terdengar keras menguasai isi kamar Aurel. Setelah berganti pakaian dengan baju tidurnya, dia duduk di sofa berbentuk laptop, dan mulai mengingat apa yang sudah dilaluinya malam ini.
“putus!? Kamu mendadak minta aku datang ke rumah kamu dalam waktu satu jam, bilang aku sangat cantik malam ini, tapi kamu minta putus!!???”
Adrian diam.
“kenapa kamu diam? Kamu punya alasan yang bagus kenapa mutusin aku??”
Kembali diam. Tidak ada jawaban.
“jawab!!” kemarahan Aurel meledak. Begitupun dengan tangisannya.
“aku punya satu. Satu alasan bagus kenapa kita harus mengakhiri semua ini. Hubungan kita. Tapi sayangnya, aku nggak bisa bilang itu apa.” Adrian menjelaskan dengan suara parau. Kemudian dia mengambil sebuah tas berbentuk panda. Aurel ingat dia yang membelikan itu untuk Adrian dulu, saat anniversary mereka yang pertama, 4 tahun lalu.
“aku balikin tas ini. Dan aku isi dengan semua kenangan kita. Aku mau kamu bawa tas itu pulang, dan tolong kamu simpen, jangan dibuang. Dan kamu pulang, sekarang.”
“what!!??? Kamu ngusir aku??”
“satu lagi, kamu harus tau kalo aku sayang banget sama kamu. Dan keputusan aku sekarang, adalah yang terbaik.”
“nggak begini seharusnya kamu memperlakukan orang yang kamu sayang banget. Nggak begini seharusnya cara kamu memperlakukan aku.”
Air mata Aurel semakin banyak yang menetes melewati pipi tembemnya dan turun ke bantal berbentuk anjing berwarna coklat dengan bordiran yang tertulis nama LEPI, anjingnya yang meninggal karna sakit. Adrian yang membelikan bantal yang sedang dipeluknya itu agar Aurel tidak sedih lagi. Saat itu Aurel sangat terpukul melihat Lepi sekarat dihadapannya, dan mati tanpa dia bisa melakukan apa-apa. Waktu itu Adrian berjanji kalau dia nggak akan membiarkan Aurel merasakan itu lagi. Perasaan tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya diam menyaksikan sesuatu, atau seseorang, yang dicintainya akan meninggalkannya.
2 tahun setelah tragedy itu Aurel mulai bisa melupakan kekurangajaran Adrian. Walaupun dia masih belum bisa mengganti sosoknya. Walaupun beberapa temannya bisa menyemangati dia untuk terus move on, melupakan Adrian, dan mencari penggantinya, Aurel masih belum bisa.
Adrian masih terlalu hebat.
Walaupun dia telah meninggalkannya.
Walaupun dia telah menyakitinya.
Walaupun.. sekarang sudah ada Derry. Cowok yang selama ini berusaha untuk menggantikan posisi Adrian di hatinya.
Sampai akhirnya Aurel mulai luluh akan perjuangan Derry. Dan disaat yang bersamaan, Derry juga menyatakan perasaannya kepada Aurel. Pada malam tanggal 14 februari 2008, valentine. Dan jawabannya adalah..
“ya.”
Mulai malam itu, Aurel dan Derry menjadi sepasang kekasih.
Mulai malam itu, Aurel melupakan Adrian.
Derry mengantar Aurel ke depan rumahnya tepat pukul 11 malam. Sebuah ciuman manis di kening menutup malam indah itu.
Memasuki kamarnya, Aurel sudah berniat membuang semua hal yang mengingatkan kepada Adrian. Semua! Dia memasukan semua kenangan manis itu kedalam 2 buah dus aqua bekas. Dan disanalah dia melihat benda itu, tas panda itu. yang dikembalikan Adrian malam itu. Dia sudah menempatkan 2 dus kenangannya bersama Adrian ditempat yang pantas, tempat sampah. Dan tas panda ini seperti sengaja ditinggalkan takdir untuk dibuka, dan dikenang isinya.
Teronggok tak berarti di antara lemari buku dan lemari baju di sebelah kanan kamarnya. Tidak berdebu memang, tapi sama sekali tak tersentuh sejak 2 tahun lalu. Tanpa sadar, tangan Aurel membuka resleting tas tersebut. Tapi, bukannya benda-benda yang bisa membuatnya mengingat masa pacaran mereka dulu, yang ada di dalamnya hanya dua lembar surat, dan sebuah kaset rekaman video.
Satu surat berisi hasil laboratorium, yang menyatakan bahwa Adrian adalah positif mengidap AIDS. Dan satu surat lagi berisi penjelasan dari Adrian.
Tentang kenapa dia memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka.
Tentang bagaimana dia bisa terinfeksi penyakit itu.
Dan kenapa dia melakukan hal itu, 2 tahun lalu.
Adrian ternyata adalah pengguna narkoba. Dan alasannya adalah untuk melupakan sejenak masalah-masalah dalam pekerjaannya, dan keluarganya. Setelah dia membaca hasil laboratorium, dia memutuskan untuk tetap menjaga janjinya kepada Aurel. Untuk tidak membiarkan perasaan tidak dapat berbuat apa-apa, dan hanya diam menyaksikan sesuatu, atau seseorang, yang Aurel sayangi meninggalkannya.
Dan didalam rekaman video itu, ada semua kenangan mereka bersama. Dia memasukkan semua rekaman tentang mereka, menambahkan dengan merekam barang-barang kenangan mereka, dan diakhiri dengan rekaman Adrian sendiri.
“sayang, maaf ya aku kayak gini. Aku bener-bener nggak ingin kita berpisah, tapi ini harus. Aku nggak mau kamu kenapa-napa karna aku. Dan aku juga nggak mau kejadian Lepi keulang lagi. Karna aku yakin kamu nggak bakal bisa ngelakuin apapun. Pasti sekarang kamu marah, dan nangis, karna aku. Maafin aku ya. aku mohon kamu bisa ngerti.”
Aurel menangis.
“Dan soal hasil lab itu, aku juga minta kamu nggak marah. Aku.. aku.. tertekan banget yank..”
Adrian pun terlihat menangis juga, di dalam rekaman itu.
“kamu tau kenapa aku sama sekali nggak mau diganggu selama hari kerja? Karna semua orang dikantor tuh berharap banget aku bisa melakukan yang terbaik, setiap hari! Aku tuh kayak sapi perah dikantor. Mereka tau aku berpotensi, aku asset mereka, dan mereka cuma ngandelin aku. Dan kamu tau kenapa aku ga berhenti aja?? Karna mama! Mama pengen banget aku berhasil. Dia selalu, dan setiap hari, menuntut aku untuk tetap bekerja. Tempat dimana dia juga dulu kerja! Makanya aku nunggu banget tiap weekend sama kamu. Walaupun Cuma sekedar nonton, makan, jalan-jalan malam, atau sekedar maen monopoli di rumah kamu, aku senang. Aku bahagia. Dengan keterbatasan waktu kita, kamu memberi aku seasuatu. Sesuatu untuk tetap bertahan sampai weekend selanjutnya. Tapi semakin kesini, sesuatu itu nggak cukup. Dan aku nggak mau terus-terusan ngerepotin kamu. Jadi maaf kalo malam ini, tadi, aku jadi cowok yang brengsek banget. Dan terima kasih, untuk semuanya.”
Setelah membaca itu, dia turun ke ruang tamu, duduk di ruang tamu, dan mencoba menghubungi Adrian. Ponselnya tidak aktif. Telpon ke rumah? Jam segini?? Masa bodoh! Dia harus berbicara dengan Adrian.
“halo.” Itu suara mamanya Adrian.
“halo. Malam tante, ini Aurel.”
“kamu!? Ngapain kamu telpon malem-malem gini??”
“saya mau bicara sama Adrian tante. Penting banget!”
“mau bicara apa kamu sama Adrian?”
“saya.. saya.. baru baca surat dari Adrian tante. Dan saya mau bicara sama dia.”
“surat? Surat yang ada di dalam tas panda? Kamu baru menemukannya setelah 4 tahun!! Terlambat!”
“terlambat? Maksud tante??”
“Adrian sudah nggak ada. Dia sudah meninggal setaun setelah pertemuan terakhir kamu. Karna penyakitnya itu.”
Saat itu juga, saat kenyataan menyerang Aurel, dunianya seakan runtuh. Dia terlambat.
“seminggu setelah kalian terakhir bertemu, Adrian pindah ke bandung ditemani Alvin yang sengaja tante suruh pulang dari Manado untuk menemani abangnya.” Sekarang mereka berdua menangis.
“dan setaun kemudian..”
Lebih dari satu jam Aurel berbicara dengan mamanya Adrian di telpon. Dan yang dihubungi memberikan semua informasi yang Aurel minta. Juga pesan terakhir Adrian untuk Aurel.
Dia menunggu Aurel menemukan pesan tersebut. Dan karna begitu lamanya dia menunggu, dia menyerah. Adrian hanya berharap Aurel tidak membuang si panda. Dan Adrian juga berharap kalaupun Aurel menemukan pesan tersebut, dia tidak terlalu bersedih. Dia ingin Aurel tetap melanjutkan hidup tanpanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

