Hari pertama sekolah Senja agak sedikit malas-malasan, maklumlah baru sembuh dari penyakit DBD yang membuatnya sakit dari 2 minggu yang lalu. Sudah lama juga Senja tidak tahu perkembangan sekolahnya,
“tambah bagus atau makin buruk sekolahku tersayang?”
“Pagi semuaa…..!!!!!” Sapa senja.
“Pagi juga, eh.. Senja loe udah sembuh?”
“Udah dong Ra, masak sih mau sakit mulu !! hehe “
“iya, kok gue jadi bego ya? Yaudah sini duduk, selama loe nggak ada nih bangku di sebelah gue kosong mulu kagak ada yang mau ngisi, hihi”
“yaiyalah, selain gue siapa lagi yang mau duduk bareng sama loe”
“ih.. loe gitu amat sih sama gue”
“yee.. jangan ngambek dong, gue kan cuman becanda. Eh, ke kantin yuk gue laper belom sempet sarapan”
“ayo, gue juga belum sarapan”
Rara dan Senja keluar dari kelas mereka menuju ke kantin, tiba-tiba Senja bertemu dengan seorang cowok yang “Menyebalkan”, dia adalah Dimas musuh bebuyutan Rara dari Smp dulu.
Bbrruukkk….
“Aduh..” Rara tersentak.
“hey, loe sengaja nabrak gue “
“enak aja jelas-jelas loe yang nabrak gue” sergah Senja.
“(Tersenyum) Cewek Idiot” sambil pergi berlalu.
“Hey, loe banci kembali kemari kalau loe berani!! Bukannya minta maaf loe malah memakki gue”
“Up to you miss quarrelsome”
Seketika wajah Senja berubah warna menjadi merah padam, dia memang sedang menahan amarahnya terhadap cowok aneh plus nyebelin dan nggak jelas itu.
“Dia lagi, dia lagi. Dasar cowok reseh.”
“Udahlah Senja, mendingan damai aja. Toh dia ganteng juga keren plus terkenal disekolah kita ini”
“Oh,jadi loe suka sama tuh cowok?!!” Selidik Senja
“Ssst, enak aja loe ngomong” sergah Rara.
“emang kenapa? Jujur aja kali Ra”
“Gue kan nyuruh loe damai ama Dimas, malah gue yang kena tuduhan suka sama si Dimas”
“masa sih? Loe suka kan sama Dimas?”
“nggak, gue kan udah punya Rangga. Jangan-jangan loe cemburu yah?”
“Nggak, enak aja loe ngomong.”
“udahlah ngaku aja, Cemburu kan loe? Tenang aja gue nggak akan ngerebut Dimas dari loe kok, haha :D”
“banyak omong loe, udahlah ayo”
#############################
Senja benar-benar pusing ngadepin perasaannya saat ini, memang benar apa yang di omongin sama Rara, tapi Senja nggak mau ngomong terus terang. Kalau ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan gimana? Kan nggak lucu. Lagian juga gengsi kali, masa cewek yang nyatain duluan.
Senja larut dalam lamunannya dari berangkat sekolah tadi pagi sampai saat istirahat siang ini entah kenapa Senja hanya melamun saja, entah apa yang dia lamunkan tak ada satu orang pun yang tau termasuk juga Rara.
Bahkan dirinya sendiripun nggak tau, Anehh…..!!
“Senja, loe kenapa sih?” Tanya Rara,
“kenapa apanya?”
“ih.. loe aneh ya hari ini? Badan loe panas ya? Atau loe kesambet setan?”
“apaan sih loe? Gue biasa aja kok.”
“biasa? Apanya yang biasa? Jelas-jelas dari tadi kerjanya ngelamun mulu. Ngelamunin apaan sih?”
“gue juga nggak tau.”
“heh?>,.,;’;/!@#$%*^?^&*()_+??, jangan-jangan loe lagi mikirin si Dimas ya? Hayyoohh.. ketahuan loe.”
“udah ah.. loe jangan mikir macem-macem gue mau keluar cari angin, loe ikut nggak?”
“iyee…”
Senja dan Rara pergi keluar kelas untuk mencari angin segar yang diinginkan Senja, emang sedikit aneh jelas-jelas didalam kelas udaranya sejuk tapi masih nyari angin aja.
Tanpa sadar dibelakang mereka ada seseorang yang mengikuti, setelah lama Senja mulai menyadari gerak-gerik orang tersebut, dan.. Hiiiaaatttt…
Aawwww…..!!
?><,.!@#$%^&*()_+=!@@##$$%%^^&*(()_+?-=
“hey, cewek idiot kira-kira dong main tonjok aja”
“sorry, gue nggak sengaja. Habis loe ngapain ngikutin kita berdua?”
“GR, siapa juga yang ngikutin kalian emang kebetulan aja jalan dibelakang kalian, DASAR CEWEK GILA, IDIOT!!”
“eh, loe bilang apa? DASAR COWOK GATAU DIRI, NYEBELIN”
“gue nggak denger apa kata loe, bye bye cewek idiot”
“loee…shitt”
Cowok bernama Dimas itu pergi meninggalkan kejengkelan dihati Senja, Rara hanya tertawa melihat tingkah sahabat baiknya dan Dimas musuh bebuyutan Senja dari Smp yang super GANTENG dan KEREN itu.
“haha, loe lucu banget Senja”
“LUCU? Apanya yang lucu? Tuh orang bikin gue DONGKOL mulu”
“udahlah itu rezeki, jangan ditolak”
“apa loe bilang? Rezeki? Cuih.. rezeki dari mana? Yang ada musibah tau.”
“ya.. Maybe, rezeki ketemu plus ngobrol sama pangeran dari negeri dongeng”
“Yang ada juga musibah, kenapa sih dari dulu sampe sekarang gue selalu aja satu sekolahan sama dia”
“Mungkin itu namanya JODOH”
“What?? Jodoh? Ngaco loe ngomong”
“yee.. dikasih tau ngeyel, awas aja kalo sampe jadian”
“Terserah loe deehh..”
##################################
Di sisi lain cowok yang bernama Dimas praditya itu memang sudah menyukai Senja sejak pertama bertemu, namun susah bagi Dimas untuk menyatakan karna setiap perilakunya telah membekas benci di hati Senja.
“Dim, gimana loe udah deketin si senja?” Tanya Rangga.
“belum, gue nggak bisa”
“hah? Masa deketin cewek aja nggak bisa?”
“loe tau kan? Sikap gue sama dia kayanya udah berbekas jadi benci.”
“loe nggak tau sih, kata cewek gue! 100 kali benci bisa berubah menjadi 100 kali cinta, ayolah kawan SEMANGAT”
“masa sih 100 kali benci bisa berubah jadi 100 kali cinta?!!”
“ah loe, percaya aja deh. Gue yakin si senja juga pasti punya rasa yang lain sama loe”
“maybe”
“ehh.. Cewek gue kan sahabat deketnya Senja, gimana kalo kita minta bantuan dia aja? Mau nggak?”
“Serius loe? Emang dia mau?”
“dia pasti mau lah, percaya ama gue. Rara juga pasti setuju kalo loe sama Senja sampe jadian”
“terus?”
“Sekarang kita temuin Rara.”
#############################
Dimas dan Rangga pergi menemui Rara, dan kebetulan Rara lagi nggak bareng sama Senja.
“hai, Raraku sayang” sapa Rangga.
“hei, Ranggaku sayang. Kok tumben kesini ada apa?”
“nih, si Dimas mau minta bantuan katanya.”
“Dimas, loe kan musuh besarnya Senja kan?”
“iyaa, gue emang musuh bebuyutan Senja”
“terus ada apa?”
Dimas tak menjawab dia hanya memandangi Rara, seperti ingin menyampaikan sesuatu lewat matanya. Untung saja ada Rangga yang membantu bicara pada pacarnya itu.
“Gini Raraku sayang, Dimas kan udah lama naksir sama Senja.” Jelas Rangga
“Hhhaaaahh?? Serius loe Dimas?”
“iya” jawab Dimas pelan.
“terus loe mau minta bantuan apa?” Tanya Rara pada Dimas.
“tolongin gue gimana caranya supaya gue bisa deket sama Senja, atau nggak biar gue ajak dia ngedate.”
“itu urusan gampang, loe terima beres aja OKE?”
“oke, thanks ya Ra?”
“iya, sip sama-sama”
“yaudah gue sama Rangga balik ke kelas dulu ya?”
“oke.”
“Rara sayang sampai ketemu pulang sekolah ya?”
“iya, Rangga sayang daahh..”
“daahh..”
###########################
Entah apa yang saat ini Senja pikirkan, dia merasa apa yang dikatakan Rara itu benar. Kini 100 kali bencinya pada Dimas telah berubah menjadi 100 kali cinta.
Aahh.. masa sih gue suka sama Dimas? Itu nggak mungkin. Tapi hati gue selalu sakit kalo liat dimas deket sama cewek lain, terus gue mesti gimana? Aarrgghh.. punya rasa cinta memang menyulitkan
Di tengah lamunannya tiba-tiba Rara datang menghampirinya.
“Senjaa..”
“Selalu aja kayak gini, datang tak dijemput pulang tak di antar dan selalu ngagetin gue. Ada apa sih?”
“jadilah pacarku Senja”
“hah? Loe gila kali ya? Ogah gue, gue masih normal kali.”
“ih.. emang loe kira gue udah nggak normal apa?”
“terus tadi loe ngomong apa?”
“itu bukan dari gue Senjaku sayang, tapi itu dari Dimas”
“ngaco loe, loe mau jadi pengarang apa? Kerjaan loe ngarang mulu”
“terserah loe mau percaya atau nggak tapi itu beneran dari dimas, dan dia ngajakin loe ngedate malam minggu ini, katanya dia mau nembak loe dan nyatain perasaannya sama loe.”
“mulai deh loe, udahlah becanda mulu loe ah.”
“apa loe kira gue becanda? Gue serius . tapi itu semua terserah loe, mau dateng atau nggak, tapi saran gue kalo loe emang beneran suka sama Dimas mendingan loe dateng aja jangan sampe loe nyianyiain kesempatan ini karna tanpa loe tau Dimas juga suka sama loe.”
Setelah berkata begitu, Rara langsung pergi meninggalkan Senja sendirian dalam lamunannya.
Benarkah dimas juga menyukaiku sama seperti aku menyukainya? Kenapa aku masih ragu? Tapi.. Rara tadi bicara tidak seperti biasanya sepertinya rara serius, tapi rara tau dari mana? Aku benar-benar bingung. Aku akan datang malam minggu ini untuk membuktikan ucapan rara,yaa.. aku akan datang.
#######################
Senja memutuskan untuk datang malam minggu ini, dia hanya ingin membuktikan ucapan sahabatnya itu. Senja berangkat dari rumahnya sekitar pkl.07.05 WIB menuju taman tempat yang di maksud Rara sebagai tempat Dimas dengan Senja ngedate malam ini.
Setibanya disana Senja tidak menemukan siapapun juga taman itu sepi, dan gelap sekali. Tak ada cahaya sedikitpun, Senja mulai ragu
jangan-jangan Rara membohongiku, tapi mana mungkin Rara tega ngelakuin ini.
tiba-tiba tanpa Senja sadari ada yang menyulut kembang api, kembang api itu begitu sangat indah menari-nari di langit. Hingga Senja terperangah melihatnya.
“Senja, kau menyukainya?”
Senja terperanjat kaget mendengar ada suara yang menyebut namanya tepat dibelakangnya.
“Dimas..”
“Bagaimana pesta kembang apinya?”
“bagus, eh.. kamu benar-benar datang? Aku kira Rara bohong.”
“Rara nggak bohong, aku yang menyuruhnya untuk menyampaikan pesanku untukmu, apa kau sudah menerimanya?”
“Pesan? “
Senja bingung, pesan yang mana yang dimaksud oleh Dimas.
“iya, pesan yang aku titipkan pada Rara untukmu”
Jangan-jangan pesan itu yang…..
“jadilah pacarku Senja”
Nggak mungkin, bukan yang itu pesan dari dimas. Lalu yang mana? Aku tak ingat Rara menyampaikan pesan kecuali pada pembicaraan terakhir itu.
“apa kau sudah mengingatnya Senja?”
“maaf sepertinya aku lupa, memang apa isi pesan itu?”
“aku benci kamu Senja.”
“apa..??”
“tapi telah berubah menjadi cinta”
Senja tak mampu lagi bicara, mulutnya seakan terkunci rapat saat Dimas mencium kening dan pipinya.
“Senja, maukah kau jadi pacarku?”
“kau bercanda”
“aku serius, aku mencintaimu senja”
“apa aku tidak?”
“maksudmu? Kau menerimaku?”
Senja menganggukkan kepalanya tanpa pikir panjang Dimas langsung memeluk senja dengan perasaan yang bahagia.
Dimas melepaskan pelukannya.
“Senja lihatlah kita dikelilingi oleh 1000 lilin yang menyala”
“indah sekali, kau yang mempersiapkannya?”
“ya, dibantu oleh Rangga dan Rara”
“benarkah? Dimana mereka sekarang”
“tuh..”
Dimas menunjuk ke arah Rangga dan Rara yang berdiri tidak jauh dari tempat Dimas dan Senja berdiri saat ini.
“Senjaa aku dan Rangga ikut berbahagia untukmu juga Dimas” teriak Rara
“trimakasih Ra”
“sama-sama Senja, Semangat”
“kalian nggak takut kan Cuma berdua disini? Gue sama Rara juga mau pacaran nih, gue duluan ya? Bye” teriak Rangga
“hati-hati ya Senja, Dimas kadang-kadang suka menggigit haha:D”
Senja hanya tersenyum mendengar teriakan dan lambaian tangan sahabatnya itu, senja tak pernah menyangka akhirnya akan seperti ini. Berdiri berdua bersama orang yang dicintai di tengah 1000 lilin yang menyala membentuk sebuah bintang yang sangat indah.
“Bintang ini akan selalu menyinari cinta kita berdua Senja”
“Dimas, apa kau benar mencintaiku?”
“iya, dengan sepenuh hati. Kalau kamu Senja, apa kau benar mencintaiku?”
“tidak.”
“aku tau kau juga mencintaiku”
“kau yakin?”
“iyaa…aku sangat yakin, Ayo kita mulai dari 100 kali benci menjadi 100 kali cinta”
“oke, siapa takut”
“Akhirnya kau jadi milikku Senja”
“ohya? Aku rasa tidak”
“hah?”
“hahahaha, gitu aja kaget dasar idiot”
“kau.. Dasar”
Senja berlari sambil tertawa, Dimas mengejarnya dengan penuh rasa bahagia, ternyata rasa benci yang 100 kali bisa berubah menjadi 100 kali rasa cinta, dia benar-benar telah menjadi orang paling bahagia di dunia ini.
Akhirnya yang aku cintai sekarang sudah aku miliki seutuhnya, aku tak menyangka ternyata 100 kali benci menjadi 100 kali cinta juga melanda hati Dimas, aku kira hanya aku yang merasakannya ternyata aku keliru, aku bersyukur akhir dari perdebatan yang melelahkan ini sangat membahagiakan.
Aku berdoa semoga cinta yang kini melanda hatiku dan juga hati dimas akan bertahan selamanya, selamanya dan selamanya. Terimakasih ya Allah kau telah memberi kebahagiaan di akhir perdebatan yang benar-benar telah menguras waktu, hati dan tenaga ini.
“Jangan pernah bermimpi jika memang tak ingin kecewa, jangan pernah menyesal jika telah kecewa karena tak ada yang menyuruhmu untuk bermimpi.”
itulah kalimat yang selalu dilontarkan mamah padaku. Maka dari itu aku tak pernah berani untuk bermimpi, hingga saat ini aku menemukan sesuatu yang berharga dalam hidupku.
Berharap hal yang tidak mungkin terjadi itu sangat melelahkan.tapi aku percaya sesuatu yang mustahilpun dapat menjadi kenyataan jika kita mau berusaha dan meyakininya bahwa tak ada yang mustahil bagi Allah SWT.
*Tamat*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar